Pemprov Kepri Minta Kapal Perang untuk Layani Arus Mudik Lebaran

833
Pesona Indonesia
Ilustrasi kapal TNI AL. Foto: istimewa
Ilustrasi kapal TNI AL. Foto: istimewa

batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri menggelar rapat terkait persiapan menghadapi arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1437 H. Pemerintah Provinsi Kepri juga berencana akan menggunakan jasa kapal perang milik TNI Angkatan Laut (AL) untuk mengangkut pemudik untuk tujuan Natuna-Anambas.

“Secara umum, Provinsi Kepri sudah siap untuk menghadapi arus mudik dan arus balik lebaran tahun ini,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kepri, Muramis melalui Kepala Bidang Perhubungan Laut, Aziz Kasim Djoum, usai rapat menggelar rapat bersama pihak terkait di Hotel PIH, Batam, Kamis (16/6).

Dikatakannya, dalam rapat tersebut juga dibedah terkait kesiapan armada yang ada. Baik itu transportasi laut maupun udara. Menurut Aziz, semua operator kapal yang melayani arus mudik dan arus balik, menyatakan sudah siap untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Terkait persoalan ini, pihaknya juga akan mengeluarkan pemberitahuan, terkait ambang batas harga tiket pesawat.

“Kami sudah menekankan, tidak ada kenaikan harga tiket. Baik transportasi laut maupun udara. Hanya saja untuk udara, ada ambang batasnya,” jelas Aziz.

Lebih lanjut katanya, untuk mengatasi lonjakan penumpang di Pelabuhan Punggur, khusus kedatangan bisa menurunkan penumpang di Pelabuhan VIP, milik Provinsi Kepri. Sedangkan di Pelabuhan Sri Bintan Pura, jika terjadi lonjakan penumpang juga akan menggunakan jasa Pelabuhan Internasional SBP untuk menurunkan penumpang yang datang.

Sementara itu, terkait menjadi sorotannya transportasi ke wilayah Natuna dan Anambas, Aziz mengatakan Pelni sudah memberikan jaminan, tidak ada ada kapal-kapal perintis yang rute pelayarannya dipindahkan. Karena tahun lalu, ada pengalihan rute ke daerah lain.

“Apa yang kita harapkan, proses docking dua kapal perintis yakni KM Sabuk Nusantara 39 dan Nusantara 30 selesai cepat. Sehingga bisa melayani arus mudik. Kalau kondisi tidak memungkinan, dalam rapat kami sudah minta bantuan militer untuk membantu,” papar Aziz.

Masih kata Aziz, untuk rute Tanjungpinang-Punggur jadwal keberangkatan tidak lagi menggunakan waktu normal pada menjalang lebaran. Yakni, apabila sudah penuh langsung berangkat. Begitu juga dengan kapal roro yang beroperasi di Tanjunguban, Bintan tujuan Punggur, Batam.

“Semua penumpang harus terangkut, meskipun sampai tengah malam. Karena ini pelayanan yang harus diberikan kepada pengguna jasa,” tegas Aziz.

Ditambahkannya, Badan Metreologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga akan terus mengupdate perkembangan cuaca setiap enam jam sekali. Dan hasilnya akan dilaporkan kepada Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Hal ini, tentu untuk mendukung program mudik nasional yang Zero Accident.

“Rapat hari ini (kemarin,red) akan ditindaklanjuti dengan rapat yang sama di Kabupaten/Kota. Kemudian baru akan dituntaskan bersama pihak kepolisian,” tutup Aziz.Dalam rapat tersebut dihadiri, INSA sebagai operator kapal, Angkutan Sungai Dalam Pelabuhan, BMKG, Latamal IV Tanjungpinang, SAR, Jasa Raharja, Pelindo, dan pihak kepolisian.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar