Perusahaan Mobil Tiongkok Minat Inves di Indonesia

1669
Pesona Indonesia

pabrikbatampos.co.id – Dua perusahaan Tiongkok yang bergerak di sektor otomotif dan pengolahan kayu menyampaikan minat berinvestasi di Indonesia. Minat itu disampaikan langsung kepada Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani saat  bertemu dengan tujuh perusahaan Tiongkok di Hangzhou, Provinsi Zhejiang.

Dia menyatakan, produsen otomotif sedan premium tersebut termasuk pemain besar. Jika berinvestasi di Indonesia, mereka akan menjadi produsen otomotif kedua dari Tiongkok yang masuk setelah Saic Wuling General Motor (SWGM) sedang dalam masa konstruksi.

’’Investor otomotif menyampaikan minatnya untuk melakukan market research terkait dengan pasar otomotif. Mereka juga menanyakan kebijakan dan industri serta insentif yang bisa didapat,’’ katanya, Jum’at  (17/6).

Menurut Franky, perusahaan tersebut berencana mengunjungi Indonesia dalam waktu dekat. Pihaknya telah menanyakan business plan.

’’Mereka menyambut positif rencana itu karena Indonesia memiliki domestic market yang besar dalam ekspor ke negara-negara ASEAN dan sekitarnya,” ungkapnya.

Franky memastikan, pihaknya siap memfasilitasi minat investasi yang disampaikan investor Tiongkok.

’’Kami telah memfasilitasi Wuling dan beberapa perusahaan supliernya dalam layanan investasi tiga jam. Fasilitas end to end services yang sama tentu dapat dinikmati investor Tiongkok yang lain,” ucapnya.

Terkait dengan investasi pengolahan kayu, perusahaan Tiongkok yang menyampaikan minat tersebut akan berlokasi di Kupang dan Samarinda.

’’Investor itu menanyakan kebijakan ekspor kayu hasil olahan, ketenagakerjaan, kepemilikan lahan, serta izin mendirikan pabrik. Rencananya, proyek tersebut bernilai Rp 200 miliar,’’ ujar Franky.

Director in Charge untuk Wilayah Pemasaran Tiongkok Husen Maulana menambahkan, BKPM terus berkoordinasi dengan perwakilan RI untuk memfasilitasi minat investasi.

’’Yang disampaikan cukup serius dan positif dalam upaya menambah investasi dari Tiongkok yang dalam kuartal  pertama ini mencapai USD 464 juta,’’ tutur Husen.

Selain minat investasi baru, pertemuan dengan tujuh perusahaan di bidang industri dan kelistrikan tersebut juga dimanfaatkan untuk mendapatkan feedback terkait dengan beberapa persoalan di Indonesia.

’’Dua investor yang difasilitasi adalah yang berasal dari industri pembangkit listrik tenaga panas bumi dan industri pengolahan bauksit menjadi alumina,” kata Husen. (ken/oki)

Respon Anda?

komentar