Polisi Bidik Perusahaan Pembeli Solar Illegal

495
Pesona Indonesia
Tugboat Air Biru GT 178 Nomor 4232/PPM yang sudah dimodivikasi jadi penampung solar di pelabuhan Sagulung, Rabu (15/6). F. Ahmad Yani/Batam Pos
Tugboat Air Biru GT 178 Nomor 4232/PPM yang sudah dimodivikasi jadi penampung solar di pelabuhan Sagulung, Rabu (15/6). F. Ahmad Yani/Batam Pos

batampos.co.id – Penangkapan dua unit truk dan dua kapal tug boat yang mengangkut dan menampung bahan bakar minyak (BBM) jenis solar illegal di pelabuhan kampung Tua Dapur 12, Sagulung, Selasa (14/6) lalu berbuntut panjang. Selain membidik tersangka-tersangka yang terlibat langsung dengan penangkapan itu, Satreskrim Polresta Barelang, juga membidik perusahaan-perusahaan yang memesan solar illegal itu.

Penyelidikan polisi terkait penimbunan dan penyaluran solar illegal itu polisi menemukan sejumlah invoice (surat pemesanan) solar dari sejumlah perusahaan kepada dua tugboat dan truk pengangkut dan penimbun solar tersebut. “Ada invoice sejumlah perusahaan dan itu akan kami telusuri,” kata kanit unit V Satreskrim Polresta Barelang AKP Retno.

Penyelidikan polisi atas tangkapan tersebut sudah menetapkan delapan orang pekerja baik dari truk atupun dua kapal tugboat tersebut.”Mulanya ada sembilan yang diamankan, dan delapan sudah jadi tersangka,” kata Retno.

Diduga kuat dua kapal tugboat yang diamankan bersama dua truk pengangkut BBM itu menampung BBM secara illegal. BBM didapat dengan cara melansir dari kapal tengker pengangkut BBM secara illegal, ditampung kemudian dijual ke perusahaan pemesan dengan harga yang lebih murah dari harga solar non subsidi untuk operasional perusahaan. Praktek seperti ini menguntungkan pelaku pelansir solar dan merugikan negara.

Dua tugboat yang digrebek polisi itu sudah diberi garis pembatas polisi. Hasil pantauan di lapangan, dua tugboat itu terdiri dari tugboat Air Biru GT 178 nomor 4232/PPM berukuran besar dan tugboat tanpa nama berukuran kecil. Dua tugboat itu semuanya sudah dimodifikasi menjadi kapal tengker mini. Saat digrebek polisi, dua tugboat itu ditemukan barang bukti ribuan liter solar dan selang pompa yang saling berhubungan dari satu tugboat ke tugboat lainnya. Bahkan ada sebuah selang dari Tugboat Air Biru yang mengarah ke darat. Dari hasil analisa polisi, diduga tugboat kecil bertindak sebagai pelansir solar dari kapal tengker dan tugboat besar sebagai penampung dan penyalur solar ke truk pengangkut di darat.

Menurut informasi yang dapat dari warga sekitar, aktifitas dua tugboat dan truk-truk pengangkut BBM itu sudah berlangsung lama. Namun warga sekitar mengaku tak begitu mengerti apakah legal atau illegal aktifitas tersebut. “Yang punya solar itu namanya Sm, tapi nggak tahulah mau dibawa kemana solar itu,” kata Nurdin salah satu warga yang dijumpai tak jauh di lokasi dua tugboat itu.

Namun kepada polisi, mereka yang ditetapkan sebagai tersangka mengaku baru sebulan melakukan aksi penampungan dan penyaluran BBM secara illegal itu. “Kata tersangka baru sebulan mereka. Tapi tetap akan dikembangkan lagi.
Sebelumnya, Satreskrim Polresta Barelang menangkap dua truk pengangkut 15 ton solar yang diduga illegal. Dari pengembangan terhadap sopir truk BBM itu, polisi akhirnya menggerebek dua tugboat yang menampung dan menyalurkan solar di pelabuhan kampung tua Dapur 12, Sagulung. (eja)

Respon Anda?

komentar