Aksi Curang Penjual Gas Ini Ketangkap Basah Oleh Polisi

461
Pesona Indonesia

Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto. F Fiska Juanda (1)batampos.co.id – Polda Kepri menggerebek komplotan penyuling gas subsidi 3 kg ke 12 kg, pada Rabu (15/6) di Lubukbaja. Dari penggerebakan ini, pihak kepolisian mengamankan tiga orang pelaku yakni Ma dan Kb. Dari aksi ini, para pelaku mendapatkan keuntungan berlipat.

“Ma itu sebagai pemilik pangkalan, sedangkan Kb pekerja yang melakukan penyulingan,” kata Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol, Budi Suryanto pada Batam Pos, kemarin.

Aksi penyulingan yang dilakukan oleh Ma, sudah cukup lama tercium oleh pihak kepolisian. “Tindak culas yang dilakukan pelaku, sangat merugikan negara. Makanya kedua pelaku kami amankan,” ujarnya.

Kasudbit I Ditreskrimsus AKBP, Feby DP menjelaskan kronologis penangkapan tersebut. Dimana pada Rabu (15/6) pukul 09.00 pihaknya membuntuti satu unit mobil dengan nopol BP 8652 ZN. Mobil dengan cat berwarna biru itu, parkir di depan pangkalan agen LPG di daerah Jodoh. Diketahui pangkalan tersebut milik Ma,46. “Mobil itu memuat sebanyak 33 tabung 3 kg dan 8 tabung 12 kg,” tutur Feby.

Selang berapa lama, mobil itu membawa tabung-tabung LPG. Tak ingin buruannya lepas, polisi membuntuti pelaku penyulingan gas melon itu. Pelaku penyuling tersebut berhenti di depan komplek nagoya permai. “Disanalah terjadi aksi penyulingan. Kami tangkap pada saat penyulingan dilakukan,” ungkapnya.

Feby mengatakan dari pengakuan para pelaku yang diamankan di depan Komplek Nagoya Permai. Disebut bahwa Ma merupakan pemasok dari gas LPG. “Makanya Ma kami amankan juga,” ucapnya.

Dari penyelidikan yang dilakukan oleh Subdit I Ditreskrimsus. Ditemukan juga bahwa Ma dan Kb, melakukan kecurangan. Tabung 12 Kg, isinya tak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Kurang dari 12 kg isinya, dan itu melebihi batas toleransi yang diizinkan,” ungkapnya.

Selain itu didapat, bahwa aksi penyulingan ini sudah dilakukan semenjak Desember 2015. Kb sebagai penyuling, menjalin kesepakatan dengan pemilik pangkalan Ma. “Dalam satu hari, mereka dapat melakukan pemindahan gas sebanyak 3 kali,” ungkap Feby.

Feby mengatakan pihaknya mengamankan barang bukti berupa 14 tabung 12 kg yang berisi, 33 tabung ukuran 3 Kg kosong, 16 tabung ukuran 12 kg kosong,nota penjualan, alat pemindahan gas, timbangan, 70 karet tabung, dan satu unit mobil.

“Keduanya nanti akan kami kenakan pasal 62 ayat satu Jo Pasal 8 ayat satu huruf b dan c UU RI No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Jo Pasal 55 ayat satu ke 1 KUHP dan Pasal 53 huruf d jo Pasal 23 ayat satu huruf d UU RI No 22 tahun 2001 tentang Migas,” pungkasnya. (ska)

Respon Anda?

komentar