Sembilan Kepala Desa di Anambas Mundur dari Jabatannya

852
Pesona Indonesia
Tarempa, Anambas.
Tarempa, Anambas.

batampos.co.id – Sejumlah Kepala desa yang ada di kabupaten Kepulauan Anambas banyak yang mengundurkan diri. Ada yang secara terang-terangan mengundurkan diri karena merasa tidak mampu mengelola keuangan desa dan juga ada yang secara tidak terang-terangan.

Salah satu kepala desa yang mengundurkan diri secara tidak terang-terangan yakni Kepala Desa Sri Tanjung, Fadli Efrizal. Belakangan ini Fadli dikabarkan kabur karena sudah beberapa bulan tidak masuk kerja dan tidak ada alasan yang jelas. Karena sudah beberapa bulan tidak ada kabar maka dirinya dianggap sudah mengundurkan diri dan saat ini sudah diganti dengan Pejabat Sementara Jemmy.

Salah satu warga Tarempa Rohadi menyayangkan sipak pemerintah khususnya pihak Kecamatan yang dianggap sangat lemah dalam pengawasan terkait menghilangnya seorang Kades. Ia menambahkan seharusnya pihak pemerintah daerah melakukan upaya untuk mencari keberadaan kades itu sebelum dilakukan pemecatan ataupun mengganti kades itu.

Menurut kabar yang beredar, kades tersebut juga sempat dikabarkan melarikan anggaran desa yang telah dikelolanya. “Bisa jadi anggaran desa sebelumnya dilarikan oleh kades itu. Maka dari itu pemerintah perlu ditelusuri keberadaan kades itu,” tegasnya.

Jika tidak, maka akan menjadi persoalan besar bagi daerah ini. Karena dengan tidak ada ketegasan bisa jadi kades-kades lain akan meniru perbuatan itu. “Kalau tidak ada ketegasan dari pemerintah takutnya hal ini diikuti oleh kades-kades lain,” ungkapnya.

Namun hal itu dibantah oleh Kasubag Pemerintahan Desa Kabupaten Kepulauan Anambas Raja Benny S, menurutnya yang berhak untuk menentukan ada kerugian negara atau tidak, itu bukan ranahnya tapi ada tim sendiri. Saat ini inspektorat sedang memeriksa apakah ada kerugian atau tidak.

Ia juga menceritakan, sebelum kades tersebut melarikan diri, ia telah melaporkan Laporan Pertanggungjawaban anggaran yang dikelola kepada pemdes. Namun pihak pemdes belum dapat menerima pertanggungjawaban yang dibuat, sebab apa yang ada dilaporan dengan realisasi di lapangan tidak sama.

“Lagi pula prosedurnya juga salah, seharusnya melalui rekomendasi dari camat dulu baru disampaikan kepada kita, tapi ini tanpa rekomendasi camat,” ungkapnya lagi.

Tambahnya, bermula dari itu ia sudah mulai curiga dengan tingkah laku kades itu. Setelah berselangnya waktu, kades tersebut menghilang diri selama 3 bulan tidak pernah masuk kantor. Maka pemerintah mengambil sikap agar roda pemerintahan dapat berjalan dengan baik dikeluarkan kebijakan untuk mengantikan jabatan kades yang kosong.

Meski demikian ada juga kepala desa yang mengundurkan diri dengan cara terang-terangan. Diantaranya Kepala Desa Putik kecamatan Palmatak Sayuti R dan Kepala Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur, Arpai.

Kasubag Pemerintahan Desa Raja Benny S, menjelaskan, Kepala Desa Putik, Kecamatan Palmatak Sayuti, menghadap langsung kepada Bupati untuk menyatakan pengunduran dirinya. Sayuti membuat surat pernyataan pengunduran diri dengan tulisan tangan. “Dialah satu-satunya yang mengundurkan diri dengan tulisan tangan,” ungkapnya kepada wartawan Kamis (16/6) siang.

Kepala desa yang mengundurkan diri secara terang-terangan berikutnya yakni Kepada Desa Bukit Padi Kecamatan Jemaja Timur, Arpai. “Sama, dia juga langsung menghadap Bupati dan mengundurkan diri dengan alasan tidak mampu,” ungkap Benny.

Kalaupun dia dipertahankan agar tetap menjabat sebagai kepala desa, katanya, maka kepala desa itu akan mengancam tidak akan masuk kerja supaya diberhentikan. “Pokoknya bagaimanapun caranya yang penting dirinya harus berhenti,” ungkap Benny.

Sementara itu kasus selanjutnya, ada Kepala Desa Teluk Sunting, Kecamatan Siantan Tengah Suparman. Suparman dipecat oleh Camat Siantan Tengah Joneidi yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Pemerintahan Desa. Saat itu sempat geger karena Arman tidak terima.

Selain empat kepala desa tersebut masih ada enam lagi kepala desa yang mengundurkan diri. Jadi saat ini ada 10 desa dari 52 desa di Anambas yang tidak memiliki kepala desa definitif. Diantaranya yakni Desa Sri Tanjung, Kecamatan Siantan, Desa Teluk Sunting, Kecamatan Siantan Tengah, Desa Air Bini Kecamatan Siantan Selatan, Desa Air Biru kecamatan Jemaja, Desa Bukit Padi Kecamatan Jemaja Timur, Desa Genting Pulur Kecamatan Jemaja Timur. Ditambah empat desa dari Kecamatan Palmatak masing-masing Desa Putik, Piabung, Batu Ampar dan Desa Belibak. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar