Warga Daik Lingga Bersiap Jelang 10 Hari Terakhir Ramadan

638
Pesona Indonesia
Huzrin menyelesaikan kaligrafi hiasan untuk malan 7 likur. foto: hasbi / batampos
Huzrin menyelesaikan kaligrafi hiasan untuk malan 7 likur.
foto: hasbi / batampos

batampos.co.id – Tradisi menghiasi malam ke 10 terakhir bulan Ramadhan mulai dipersiapkan warga Daik.

Di sudut-sudup kampung, pada saat malam hari para pemuda disibukkan membangun pintu gerbang Tujuh Likur (red malam ke 27 Ramadan). Yakni salah satu tradisi turun temurun warga Daik, Bunda Tanah Melayu yang terus dijaga. Mulai dari mempersipakan rangka bangunan gerbang hingga menyelesaikan ornamen dan kaligrafi sebagai penghias dimalam-malam penghujung puasa, Kamis (16/6).

Momentum bulan suci Ramadan, menjadi suasana tersendiri di kampung melayu Daik. Selain tadarus Al-Quran yang terus mengalun di surau-surau, para pemuda juga sibuk menyelesaikan pembangunan pintu gerbang yang dibangun di jalan-jalan utama kampung.

Lazimnya, pintu gerbang yang dibangun berbentuk masjid lengkap dengan ornamen-ornamen islam lainnya. Seperti kubah, bulan bintang dan tentunya seni kaligrafi dan motif-motif melayu yang akan menjadi hiasan utamanya.

“Karena kami sudah dari kecil ikut orang-orang tua buat pintu gerbang, rasanya kurang kalau Ramadan seperti ini tradisi tujuh likur kita tanpa pintu gerbang,” ungkap Ari, salah seorang pemuda di Tanda Hulu, kelurahan Daik.

Budi warga lainnya mengatakan tradisi ini layaknya pameran karya seni rupa. Dimana ruang publik yakni jalan umum di respon dengan arsitektur islami. Lewat bangunan-bangunan masjid yang dihubungkan dengan bulan Ramadan serta moleknya seni kaligrafi yang masih tlaten ditangan para pemuda Daik.

“Bagus sekali tradisi seperti ini. Sangat positif. Masing-masing kampung ikut berpartisipasi secara swadaya. Berkerja bersama-sama. Berkreatifitas dan menjadi ajang kreasi. Mirip sekali seperti pameran seni rupa dan tempat pamerannya adalah di ruang publik umum yang langsung dapat dinikmati masyarakat,” jelasnya. (mhb)

Respon Anda?

komentar