Warga Stop Dua Truk Pengangkut Tanah

655
Pesona Indonesia
Warga Perumahan Tiban Graha, Tiban Indah memberhentikan dua truk pengangkut tanah yang sedang beroperasi. Warga kesal  karena penimbunan yang dilakukan oleh salah satu pengembang menyebabkan tersumbatnya drainse dan mengakibatkan banjir, Kamis (16/6).Foto.Yulitavia/Batampos
Warga Perumahan Tiban Graha, Tiban Indah memberhentikan dua truk pengangkut tanah yang sedang beroperasi. Warga kesal karena penimbunan yang dilakukan oleh salah satu pengembang menyebabkan tersumbatnya drainse dan mengakibatkan banjir, Kamis (16/6).Foto.Yulitavia/Batampos

batampos.co.id – Puluhan warga yang berada di RW 10 Perumahan Tiban Graha, Tiban Indah memblokir jalan yang dilalui dua truk pengangkut tanah yang sedang beroperasi. Hal ini merupakan puncak kekesalan warga kepada pengembang.

Ketua RT 07 RW 10, Wage mengatakan akibat aktifitas penimbunan yang dilakukan oleh pengembangan menyebabkan tersumbatnya drainase atau saluran air. Apalagi saat hujan, sering terjadi banjir, ditambah kondisi jalan yang belum diaspal.

“Warga hanya meminta kepada pengembang Queen Southlink untuk memperbaiki drainase, sehingga tidak ada banjir lagi.” pintanya.

Sudirman, 36, menjelaskan aktifitas pengangkutan tanah dilakukan dua hingga tiga kali seminggu ini membuat warga resah, dan sering jatuh saat melalui jalan bertanah ini. “Satu haru bisa 10 kali lebih bolak balik mereka angkut tanah,” ungkapnya.

Sementara itu Sekretaris Camat Sekupang, Arman meminta kepada pihak pengembang untuk segera melakukan perbaikan drainase di perumahan warga.

Menurutnya, selama ini pengembang tidak pernah melakukan koordinasi di level bawah seperti kecamatan. “Kalau sudah begini kami juga yang harus menyelesaikan, kasihan warga lah,” sebutnya.

Terkait aktifitas reklamasi yang dilakukan oleh salah satu pengembang, pemerintah telah menginstruksikan untuk berhenti, namun kenyatannya disini aktifitas itu masih berlangsung.

“Kalau tidak ada masalah ini, pasti kita tidak pernah tahu kalau reklamasi masih berjalan, kita serahkan ke Tim 9 saja,” pungkasnya.

Pantauan Batam Pos di lapangan, penimbunan laut yang dilakukan oleh pengembang sudah menutup laut yang duluna dipenuhi dengan pohon bakau. Selain itu terdapat juga empat truk pengangkut tanah, dan satu alat berat jenis Belko yang sedang beroperasi. (cr17)

Respon Anda?

komentar