Warga Tambelan Harap Sabuk Nusantara Berlayar Kembali sebelum Lebaran

1193
Pesona Indonesia
KM Sabuk NUsantara 39. foto:dok
KM Sabuk NUsantara 39. foto:dok

batampos.co.id – Jadwal pelayaran kapal dari Tanjungpinang menuju Tambelan rupanya tidak selaras dengan jadwal cuti bersama karyawan swasta dan pekerja non-pegawai negeri sipil. Sebagaimana yang diagendakan, 25 Juni nanti ada KM Bukit Raya yang melayani pelayaran melalui Pulau Tujuh. Seminggu sebelumnya ada KM Lawit. Sedangkan Pemerintah Kabupaten Bintan menyiapkan feri subsidi pada 28 Juni atau H-7 lebaran.

“Padahal buat pekerja non-PNS seperti kami ini, baru cuti setelah tanggal 2 Juli,” kata Robbi Patria, warga Tambelan yang bekerja di Tanjungpinang, Kamis (16/6) kemarin.

Bila memang tidak ada perbaikan jadwal, Robbi dan beberapa rekan bernasib serupa tidak punya banyak pilihan lain untuk merayakan lebaran di kampung halaman. Hal paling logis adalah dengan menggunakan pesawat terbang dari Batam dengan tujuan Pontianak untuk kemudian menyeberang ke Tambelan. “Tapi ini biayanya mahal sekali. Apalagi kalau mengajak keluarga,” ungkapnya.

Bila tidak juga, ada feri trip kedua pada tanggal 8 Juli dari Tanjungpinang ke Tambelan. Tapi, sebagai seorang pekerja non-PNS, tiga hari setelahnya sudah harus kembali ke kantor. Sehingga tidak memungkinkan Robbi untuk berkumpul dengan keluarga besarnya di Tambelan. “Kalau sudah begitu apa lagi mau dikata kecuali nasib ya nasib,” ungkapnya.

Ada secercah harapan, kata Robbi, baginya dan rekan-rekan yang senasib dapat pulang ke Tambelan dengan biaya murah dan tepat waktu sebelum lebaran. Yakni, KM Sabuk Nusantara 39. Kapal subsidi yang dioperasikan bersama antara PT Pelni dan Pemprov Kepri ini punya rute tujuan langsung ke Tambelan. Sayangnya, Sabuk 39 masih perbaikan di dok. “Kami berharap docking-nya bisa selesai sebelum lebaran. Jadi bisa lekas dioperasikan,” harap Robbi.

Sementara itu, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Raja Bahtiar mengungkapkan, dalam waktu dekat akan dilaksanakan agenda rapat bersama duduk semeja antara anggota legislatif dengan Dinas Perhubungan Kepri. “Agendanya sudah jelas, kami ingin membahas kesiapan angkutan lebaran,” ujarnya.

Yang jadi prioritas pembahasan, sambung Bahtiar, berkenaan dengan ketersediaan angkutan laut untuk wilayah Tambelan yang selama ini kerap terjadi banyak permalasahan, umumnya mendekati lebaran. Termasuk juga angkutan laut ke pulau-pulau lain.

Antisipasi mengenai kelonjakan penumpang yang kerap terjadi, kata Bahtiar, juga jadi pembahasan tersendiri. “Kalau tidak diantisipasi sedari dini, nanti masyarakat yang terabaikan dan bisa gagal mudik. Jadi kami ingin membahas dengan Dishub lebih intens,” katanya.

Maka dari itu, pihaknya sangat berharap nanti di pembahasan minggu depan bersama Dishub Kepri, persediaan angkutan laut untuk daerah Tambelan bisa diatasi dengan baik. Bila perlu ada tambahan armada kapal laut sebagai cadangan.

Namun, kata Raja Bahtiar lagi, nanti tergantung apa hasil pembahasan bersama Dishub Kepri. Semoga lebaran nanti tidak ada kendala dan masyarakat bisa menikmati waktu mudiknya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar