Bayi Achiang Sempat Ditinggal Semalaman

530
Pesona Indonesia
 Seorang perawat sedang mengurus Achiang di ruang bayi RSB Kasih Sayang Ibu, Kamis (16/6). F. eggy /Batam Pos
Seorang perawat sedang mengurus Achiang di ruang bayi RSB Kasih Sayang Ibu, Kamis (16/6). F. eggy /Batam Pos

batampos.co.id – Tiga pelaku sindikat penjual bayi laki-laki bernama Achiang berusia 2 bulan 3 hari yang akan dijual kewarga Singapura seharga 8.000 dolar itu, masing-masing berinisial Ya, 31, Ba, 55, dab Ea, 47, ditangkap di Perumahan Cahaya Garden Blok M Nomor 22 Bengkong.

Rumah tempat transaksi itu merupakan rumah Gek Hiang dan suaminya Peterus juga kedua anaknya bernama Irani dan Yosua. Di tempat itu Gek mengaku baru dua bulan menempatinya setelah disewa kepada Akiong pemilik rumah tersebut.

Pasca penangkapan ketiga orang tersebut di rumahnya pada Rabu (15/6) sore lalau, Gek mengatakan tidak mengetahui rencana ketiga pelaku tersebut. Gek baru mengetahui setelah mereka dibawa oleh polisi. “Saya nggak tahu sama sekali. Mereka juga saya nggak kenal,”. ujar Gek saat dijumpai di rumahnya, Kamis (16/6).

Menurut keterangan dari Gek, kedatangan tiga pelaku tersebut ke rumahnya berawal dari Edi adik kandungnya. Edi menelepon dirinya dan meminta ijin ada temannya yang datang dari kampung hendak main kerumahnya. “Jadi saya ijin mereka datang ke rumah,” kata Gek.

Awalnya, kata Gek yang datang ke rumahnya hanya Ya dan Ea bersama seorang bayi laki-laki, sementara Ba datang pada Rabu (15/6) siang. “Keduanya datang Selasa (14/6) sekitar pukul 11.00 WIB,” ucap Gek.

Lanjut Gek, hari itu juga sekitar pukul 16.00 WIB Ya dan Ea kemudian meninggalkan rumahnya dan menitipkan bayi tersebut di rumahnya hingga larut malam kedua wanita tersebut juga tak kunjung pulang. Rabu (15/6) siang, kedua wanita tersebut kembali datang ke rumah dengan seorang lelaki bernama Ba diketahui suami dari Ea.

“Saya nggak banyak nanya-nanya mereka,” pungkasnya.

Ketiga pelaku tersebut akhirnya ditangkap oleh polisi di rumahnya Rabu (15/6) pukul 16.00 WIB. Bersama ketiga pelaku waktu itu Gek juga ikut dibawa dan diperiksa oleh Polisi. “Saya juga dibawa dan dimintai keterangan oleh polisi,” terang Gek.

Sementara itu, Ketua RT O4 RW 16, M Parso mengatakan, sempat terkejut mendegan informasi tersebut. Bersama perangkat RT/RW sudah mendatangi penghuni rumah tersebut. Ketiga pelaku tersebut ternyata bukan warga Perumahan Cahaya Garden. “Rumah itu baru dua bulan ditempati oleh Gek sekeluarga,” ujar M Porso.

Tetapi kata, M Parso saat menempati rumah tersebut Gek belum melapor kepada perangkat RT dan RW setempat. ” Seharusnya saat pindah dia (Gek, red) harus buat laporan dulu ke RT/RW. Alasanya saat kita datangi dia bilang masih sibuk belum sempat. Dia juga nggak lapor kalau ada tamu,” Kata M Porso.(cr14)

Respon Anda?

komentar