BUMD Harusnya Jual Berbagai Komoditas Pangan untuk Kendalikan Harga

388
Pesona Indonesia
Pembeli memilih sembako di Pasar Baru Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. Persedian bahan pokok di Tanjungpinang masih aman jelang Ramadan. F.Yusnadi/Batam Pos
Pembeli memilih sembako di Pasar Baru Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. Persedian bahan pokok di Tanjungpinang masih aman jelang Ramadan. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengusulkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang untuk menjual berbagai komoditas pangan. Agar bisa kendalikan harga.

“BUMD ini sebagai distributor, supaya barang tidak seenak-enaknya naik,” ujar Lis, Jumat (17/6).

Lis mengatakan, harga pangan di Kota Tanjungpinang harus dikendalikan. Karena itu, BUMD dipilih sebagai penyeimbang, supaya harga pangan tidak dikendalikan hanya dengan orang tertentu.

Diharapkan dengan BUMD menjual berbagai komoditi pangan, maka akan berlaku kompetisi penjualan bahan pangan di Kota Tanjungpinang. “Seperti tempo hari, BUMD mengambil cabai langsung dari Yogyakarta dan dijual dengan harga Rp 26 ribu. Sementara pedagang menjual Rp 38 ribu per kilo. Dengan begitu akan ada persaingan,” ujar Lis.

Otomatis, kata Lis, dengan ada kompetitor, maka berimbas terhadap penekanan harga pangan. Lis optimis, usulan tersebut dapat berjalan. Sebab BUMD Kota Tanjungpinang telah memiliki link ke TPID daerah penghasil.

Salah satu komiditi yang sangat disarankan untuk segera dijual oleh BUMD Kota Tanjungpinang adalah daging sapi. “Supaya harga daging sapi dapat ditekan segera,” ujarnya.

Komisaris BUMD Kota Tanjungpinang, Riono menyetujui usulan Wali Kota Tanjungpinang, agar BUMD menjual berbagai komoditas pangan.

“Saya sangat setuju. Tapi harus dibuat Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) terlebih dahulu. Yang penting BUMD harus menjamin bisa memberikan keuntungan,” ujar Riono yang juga Sekretaris Kota (Seko) Tanjungpinang ini.

Sementara untuk daging sapi, Riono mengatakan telah meminta BUMD untuk memasok daging dari daerah penghasil. “Sekarang sedang dalam proses penghitungan,” ujarnya.

Pihaknya masih mengestimasi, kapan BUMD akan menjual daging sapi. “Apakah 5 hari sebelum lebaran baru action, atau seminggu sebelum lebaran,” ujarnya.

Selain itu, pihak BUMD juga tengah menghitung berbagai hal, seperti harga penjualan daging sapi, dimana lokasi penyembelihan, dan berapa stok yang diperlukan. “Dalam penjualan, tentu BUMD mencari untung. Tapi tidak banyak,” ujarnya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar