Curi Ikan, Nahkoda Kapal Asal Vietnam Didenda Rp 2 Miliar

815
Pesona Indonesia
Huynh Thanh Phong, Nahkoda Kapal KM KG 93163 TS, warga negara Vietnam usai sidang. Foto:Osias De/Batampos
Huynh Thanh Phong, Nahkoda Kapal KM KG 93163 TS, warga negara Vietnam usai sidang. Foto:Osias De/Batampos

batampos.co.id – Huynh Thanh Phong, nahkoda Kapal KM KG 93163 TS, yang mencuri ikan di perairan ZEEI Laut China Selatan yang merupakan wilayah perikanan Republik Indonesia, didenda Rp 2 miliar. Hal itu diputuskan majelis hakim Pengadilan Perikanan Tanjungpinang dalam sidang yang di pimpin Jhonson Sirait didampingi dua hakim Ad-Hoc Perikanan Darjono Abadi dan Ahmad Syarfani, Jumat (17/6).

Dalam putusannya, Ketua Majelis Hakim menyatakan warga negara Vietnam itu terbukti bersalah memiliki atau mengoperasikan kapal-kapal penangkap ikan berbendera asing melakukan penangkapan ikan di ZEEI yang tidak memiliki SIPI sebagaimana dalam Pasal 27 ayat 2 sebagaimana yang didakwakan kepada terdakwa melanggar Pasal 93 ayat 2 jo pasal 27 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan.

“Kami majelis hakim menjatuhkan pidana denda kepada terdakwa dengan pidana denda sebesar Rp 2 miliar,” ujar Jhonson Sirait.

Jhonson juga memerintahkan barang bukti berupa satu unit kapal KM 93163 TS, satu buah GPS merk Matsutec, tali dengan pemberat yang digunakan untuk penangkapan ikan, satu buah radio komunikasi kapal, satu lembar Port Clearence Certificate KGKG 93163 TS , 15 ikan hiu dirampas untuk dimusnahkan. Sedangkan untuk paspor dan seamens book terdakwa dikembalikan kepada terdakwa.

Atas putusan tersebut terdakwa menyatakan pikir-pikir. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arie Prasetyo dari Kejaksaan Negeri Batam menyatakan menerima. Ia sebelumnya menuntut dengan pidana denda sebesar Rp 2 milliar subsider 6 bulan kurungan penjara.

Dalam sidang sebelumnya, JPU mendakwa terdakwa Hyung Thanh Phong bersama-sama dengan Huynh Vhan Them (DPO) Nahkoda KM KG 94245 TS melakukan penangkapan ikan di Perairan ZEEI Laut China Selatan yang merupakan wilayah perikanan Republik Indonesia dengan menggunakan alat tangkap ikan berupa jaring trawl (Pukat Harimau) dengan panjang kurang lebih 19 meter, tali panjang 120 meter yang diberi papan pembuka mulut jaring yang dipasang pada tiang ring yang terpasang pada kedua sisi kapal, pukul 02:00 WIB, Kamis(14/1) silam.

Pada mulut jaring yang dikendalikan oleh kedua kapal itu pada bagian bawah terdapat besi yang berfungsi untuk mengangkat lumpur pada saat jaring ditarik dan dengan menggunakan kecapatan kapal 2,8 mil per jam. Penurunan jaring dilakukan pada saat malam hari yang dilakukan sebanyak 2-3 kali yang dilakukan oleh terdakwa.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar