Gubernur Galang Dana untuk Tim PON Kepri, Terkumpul Rp 1,8 Miliar

661
Pesona Indonesia
Gubernur Kepri Nurdin Basirun memimpin penggalangan dana untuk tim PON XIX Kepri saat buka puasa bersama KONI Kepri, Kamis (16/6). foto: humas pemprov
Gubernur Kepri Nurdin Basirun memimpin penggalangan dana untuk tim PON XIX Kepri saat buka puasa bersama KONI Kepri, Kamis (16/6). foto: humas pemprov

batampos.co.id – Untuk mengatasi kekurangan dana mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat, Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun memimpin langsung penggalangan dana untuk tim PON XIX Kepri. Ajang Silahturrahmi dan buka puasa bersama KONI, FKPD dan Pengusaha yang diselenggarakan oleh KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kepri, Kamis, 16/6 di Hotel Harmoni One, Batam dimanfaatkan Nurdin mengetuk hati para pengusaha dari berbagai sektor untuk berpartisipasi menyisihkan uang mereka. Alhasil, terkumpul sekitar Rp 1, 8 miliar.

” Saya atas nama pribadi dan Gubernur Kepri mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk bapak-ibu yang telah berpartisipasi dan peduli pada pembangunan di Kepri ini. Di Tanah Melayu ini. Tanah dimana kita mencari makan bersama,” ungkap Nurdin.

Selain itu, Nurdin juga mengajak para pengusaha dan masyarakat Kepri untuk selalu memelihara rasa peduli dan terus membina kerjasama. Kembali pada filosofi lama, yakni bekerja sama dan gotong royong dalam mencapai berbagai tujuan. “Tidak menonjolkan diri sendiri untuk menuju satu titik,” ajak Nurdin di tengah-tengah puluhan pengusaha yang hadir.

Selain Ketua KONI Kepri dan Batam, turut hadir dalam pertemuan tersebut Kapolda Kepri, Kajati Kepri , Kepala Bank Indonesia Kepri dan para pengusaha dalam dan luar negeri .

Menurut Ketua KONI Kepri, Johannes Kennedy, acara silahturrahmi dengan para pengusaha Kepri sudah lama dirancang, terutama untuk urun-rembuq dalam mencari solusi dana PON XIX. KONI Kepri ingin mengajak para pengusaha Kepri untuk bersama-sama menyesaikan persoalan keuangan tersebut.

“Selama ini KONI dan Pemprov Kepri bukannya tidak peduli, tetapi kami terus berusaha dalam mencarikan solusi kekurangan dana tersebut. Salah satunya ya acara silahturrahmi dan buka puasa bersama ini,” jelas Johannes.

Johannes mengungkapkan, untuk mengikuti PON XIX di Jawa Barat pada 17 September 2016 mendatang, atlet Kepri membutuhkan minimal Rp 10 miliar. Dengan estimasi, Rp 1 miliar untuk 1 emas. Dana Rp 1 miliar untuk 1 emas tersebut digunakan untuk pembinaan sampai pada ajang pertandingan nanti. Pada PON XIX saat ini, Johannes memfokuskan pada 10 cabor yang berpotensi emas. Bagi pengusaha yang menyumbang Rp 1 miliar KONI langsung memberikan piagam penghargaan untuk partisipasi mereka.

Johannes sebagai Ketua KONI Kepri dan Pemilik PT Panbil Industrial Estate langsung mengeluarkan Rp 1 miliar untuk PON XIX Kepri, disusul Johar Arif Rp 500 juta, para perbankan Rp 70 juta, Asosiasi Pengusaha Tiongkok Rp 50 juta, Amat Tantoso Rp 50 juta, Yuhendri Rp 20 juta, Polda Kepri Rp 20 juta, Kajati Kepri Rp 20 juta, REI Rp 50 juta, pengusaha Kangen Water Rp 150 juta dan beberapa pengusaha lainnya. Bagi pengusaha yang belum berpartisipasi pada saat itu, KONI menitipkan formulir untuk diisi sesuai kemampuan pengusaha.

“Saya atas nama Ketua KONI juga mengajak bapak/ibu pengusaha untuk lebih memberikan perhatian pada perkembangan olahraga di Kepri. Menjadi bapak angkat misalnya. Sehingga dunia olahraga Kepri maju,” ajak Johannes.

Johannes juga mengajak para pengusaha untuk meniru Sumatera Selatan dalam membina olahraga. Para pengusaha Sumsel sangat peduli dalam kemajuan dunia olahraga di daerah tersebut. Saat ini, untuk Kepri, cabang olahraga yang sangat perlu mendapat pergatian diantaranya renang dan tinju. (jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar