Orang Tua Tak Mampu Hidupi Achiang Karena Buta

807
Pesona Indonesia
 Seorang perawat sedang mengurus Achiang di ruang bayi RSB Kasih Sayang Ibu, Kamis (16/6). F. eggy /Batam Pos
Seorang perawat sedang mengurus Achiang di ruang bayi RSB Kasih Sayang Ibu, Kamis (16/6). F. eggy /Batam Pos

batampos.co.id – Kedua orang tua bayi malang achiang, datang ke Polda Kepri pada Jumat (17/6). Baik Ai maupun Al, secara tersirat mengatakan kepada penyidik bahwa mereka tak kuat membesarkan anak tersebut. Keduanya merasa takut, bila mereka membesarkannya. Bayi tersebut tak akan selamat dan juga serba kekurangan. Sebab saat ini keduanya baru saja merintis hidup baru di Batam.

Ai yang merupakan orang tua laki-laki bayi tersebut kondisinya cukup memprihatinkan. Sebab matanya sudah tak mampu lagi melihat. “Bapaknya buta, ibunya tak kerja. Mereka numpang dirumah saudaranya di Batuaji,” ungkap Yunita.

“Secara tersirat, mereka gak mampu merawat bayi tersebut,” lanjutnya.

Keduanya berasal dari Selat Panjang. Yunita mengatakan dari pengakuan kedua orang ini, mereka tak mau lagi kembali ke sana. “Mereka ingin cari pekerjaan disini (Batam,red),” ucap Yunita.

Dari informasi yang didapat, Ai dan Al tinggal di Kampung Ketis, Meranti. Di sana mereka juga kerja serabutan.

Yunita menambahkan bahwa Ai dan Al memiliki empat orang anak. “Anak pertama hingga ketiga umurnya sekitar 20an. Puluhan tahun, baru lahir bayi itu,” tuturnya. (ska)

Respon Anda?

komentar