Dinsos Siap Pulangkan Anak Punk ke Kampung Halaman

Anak Punk yang berada di simpang lampu merah Jodoh ini meresahkan pengendara, Senin (13/6). Anak Punk ini meminta dengan cara memaksa kepada pengendara motor baik mobil. Pemerintah harus bertindak cepat menertibkan nak punk tersebut.  F. Dalil Harahap/Batam Pos
Anak Punk yang berada di simpang lampu merah Jodoh ini meresahkan pengendara, Senin (13/6). Anak Punk ini meminta dengan cara memaksa kepada pengendara motor baik mobil. Pemerintah harus bertindak cepat menertibkan nak punk tersebut. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Keluhan warga terhadap kelompok anak punk yang meresahkan ditanggap serius oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) kota Batam. Sat Pol PP kota Batam mulai gencar melakukan razia terhadap keberadaan kelompok anak punk yang meresahkan masyarakat tersebut.

Kasat Pol PP kota Batam Hendri mengatakan, selama bulan Ramadan ini pihaknya gencar melakukan penertiban terhadap kelompok anak punk termasuk pengemis dan gelandangan (gepeng) yang semakin menjamur di kota Batam. “Ini prioritas (penertiban gepeng dan anak punk di pinggir jalan) kami. Penertiban sudah dilakukan dan sampai saat ini (kemarin) sudah 10 yang kami amankan,” ujar Hendri.

Dari 10 orang yang diamankan itu enam orangnya anak punk dan empat lainnya adalah pengemis. Penertiban masih fokus di wilayah Batamcenter dan Nagoya. “Tapi semua tempat akan datangi termasuk di Batuaji,” ujar Hendri. Mereka yang diamankan dalam razia tersebut akan diserahkan ke Dinsos Batam untuk direhabilitasi.

Ditegaskan Hendri bahwasannya keberadaan kelompok anak punk dan gepeng di jalan raya memang tidak dibenarkan karena bertentangan dengan Perda yang ada. Bahkan untuk kelompok anak punk tidak ada legalitas kominitasnya di kota Batam. “Mereka (anak Punk) cuma kumpul-kumpul saja, tak ada komitas resminya. Tetap akan ditertibkan untuk dibina,” kata Hendri.

Kepala dinas sosial kota (Kadinsos) kota Batam Kamarulzaman menuturkan hal yang sama. Keberadaan anak punk dan gepeng semakin meresahkan. Beberapa diantaranya sudah sering ditangkap dan direhabilitasi di Dinsos Batam namun setelah keluar kembali berulah dengan berkumpul di perempatan jalan untuk ngamen dan lain sebagainya.

Sehingga dengan adanya keluhan masyarakat itu, pihaknya akan ambil tindakan tegas akan memulangkan kelompok anak punk yang kerap berbuat masalah tersebut. “Kalau yang sudah pernah ditangkap dan masih ditangkap lagi, akan dipulangkan ke kampung halamannya,” kata Kamarulzaman.

Sebelumnya, warga pengguna jalan di wilayah Batuaji mengeluhkan keberadaan anak punk di persimpangan jalan yang mengamen dengan terkesan memaksa. Beberapa warga pernah mengalami kejadian tak menyenangkan, karena mobilnya digoresi paku di perempatan jalan karena enggan memberikan uang saat anak punk mengamen. Begitu juga pengendara sepeda motor yang membonceng anak kecil merasa tak nyaman sebab saat didatangi anak punk untuk ngamen anak-anak jadi menangis karena takut dengan penampilan mereka.

Tidak itu saja, di kawasan pasar anak punk juga dikeluhkan sering memintah barang dagangan warga secara gratis ala preman. (eja)

Respon Anda?

komentar