Tangani Gepeng, Dinsos Dinilai Setengah Hati

439
Pesona Indonesia
Anak punk dan gelandangan pengemis yang terjaring razia saat di Shelter Dinsos Sekupang Batam. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos
Anak punk dan gelandangan pengemis yang terjaring razia saat di Shelter Dinsos Sekupang Batam. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos.co.id – Gelandangan dan pengemis kian menjamur di Batam, apalagi di bulan Ramadan ini. Keberadaan mereka sangat mudah dijumpai di simpang-simpang utama jalan protokol.

Anggota Komisi I DPRD Batam, Lik Khai mengatakan penanganan gepeng sesungguhnya telah diatur oleh perda. Namun dia menilai perda tersebut tidak dilaksanakan dengan baik oleh pemerintah kota mengingat jumlah gepeng kian menjamur.

“Mana ada razia saya lihat. Kalau ada itu kerjaan setengah hati saja, kalau benar kerja tak mungkin tambah banyak, aku nggak tahu kerjanya dindos ini apa,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Dia menegaskan pihaknya akan terus mendukung upaya pemerintah dalam menertibkan gepeng dengan harapan penertiban dilakukan tidak hanya pada moment Ramadan.

“Jangan berhenti saat Ramadan saja, harus dilakukan terus menerus di waktu yang lain,” harapnya.

Harapan itu, lanjut dia, semata-mata untuk mewujudkan Batam tertib yang bebas dari gepeng. “Ini sekarang (gepeng) sudah banyak. Kalau begini imej Batam ini jelek jadinya,” katanya.

Dia menambahkan selain perda gepeng masih banyak perda lain yang tak dijalankan dengan baik oleh pemerintah, seperti perda kawasan tanpa rokok dan perda perlindungan anak.

Untuk itu dia berharap pada Walikota Batam, Rudi agar dapat mengevaluasi kinerja kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menjalankan perda.

“Kita harap ada penyegaran, kalau tak bisa kerja copot saja,” pungkasnya. (cr13)

Respon Anda?

komentar