Bayi Penderita Hydrocepalus Kekurangan Biaya Operasi, Bantu Yuk!

1141
Pesona Indonesia
Azizah memeluk anaknya Jeremy F Sinaga yang menderita hydrocepalus yang dirawat di Rumah Sakit Elisabeth, Sabtu (18/6/2016). Foto:  Dalil Harahap/Batam Pos
Azizah memeluk anaknya Jeremy F Sinaga yang menderita hydrocepalus yang dirawat di Rumah Sakit Elisabeth, Sabtu (18/6/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sembari terisak, Azizah mengelus pipi bayi empat bulan yang terkulai lemas itu. Sentuhan keibuannya begitu lembut, sehingga bocah yang tak lain adalah buah hatinya yang diberi nama Jeremy Feraldo Sinaga itu terlelap.

Sebagai seorang ibu, dia tak tega jika anaknya pertama menanggung cobaan demikian berat.

Jeremy menderita Hydrocepalus. Kepalanya membesar melebihi bobot badannya. Urat-urat halus di kepalanya terlihat jelas. Kini Jeremy dirawat di ruangan anak tepatnya di ruang nomor 246 Rumah Sakit Santa Elizabeth Lubukbaja.

Hal yang wajar jika dia ingin anak pertamanya itu lekas sembuh, karena kalau tak segera dioperasi kepala buah hati pertamanya itu akan terus membesar. Namun apa daya, latar belakang keluarga tidak mampu menghambat keinginannya.

“Cairan di kepalanya sudah sampai tenggorokan kata dokter. Secepatnya kalau ada uang mau dioperasi, tapi belum ada uang,” ucap wanita yang kini tak memiliki pekerjaan ini.

Biaya untuk operasi diperkirakan berkisar Rp 38 juta, ini belum termasuk biaya rawat inap dan biaya-biaya lainnya. Bagi Warga Kampung Dalam Kelurahan Baloi Indah Lubuk Baja ini, biaya itu terbilang besar dan mustahil didapat, apalagi sang suami, Beni Fransisko Sinaga hanya bekerja sebagai tukang parkir.

“Sekarang saja biaya yang keluar sudah sekitar Rp 20 juta. Sudah banyak hutang sana-sini,” tambahnya.

Untuk itu, keluarga kecil ini berharap bantuan dari para dermawan. “Kami harap bantuannya, supaya anak kami sembuh. Melihat dia begini hati ini sedih, dia kecil tapi sudah begini,” ucap sang suami, Beni Fransisko Sinaga.

Anaknya itu pertama kali diketahui menderita Hydrocepalus setelah tiga hari dirawat di rumah sakit itu. Sebelum dirawat di RS Santa Elizabeth Lubukbaja, Jeremy pernah menjalani rawat jalan di RS Harapan Bunda, selain itu juga dirawat inap selama lima hari di rumah sakit yang sama hingga akhirnya dibawa pulang ke rumah.

“Dua malam di rumah step lagi lalu kami bawa ke sini (RS Santa Elizabeth), tiga hari dirawat baru di ketahui (menderita Hydrocepalus),” terang Azizah kembali. (cr13)

Respon Anda?

komentar