Kedapatan Foya-foya, Pak Gubernur Malu lalu Pilih Mundur

1431
Pesona Indonesia
Yoichi Masuzoe
Yoichi Masuzoe

batampos.co.id – Rasa malu, ya, rasa malu mendorong  Gubernur Tokyo Yoichi Masuzoe mundur dari jabatannya.

Pria 67 tahun itu mengumumkan keputusannya beberapa jam sebelum dewan kota mengambil suara terkait dengan mosi tidak percaya terhadap dirinya.

Masuzoe dituding telah berfoya-foya dengan menggunakan uang negara. Pemilihan gubernur yang baru dilakukan paling cepat bulan depan.

’’Kami diberitahu oleh gubernur (Masuzoe, Red) bahwa dia mengundurkan diri per 21 Juni,’’ ujar salah seorang sumber di dewan Kota Tokyo.

Masuzoe sebelumnya sempat meminta agar mosi tidak percaya itu diundur hingga Agustus mendatang. Yaitu, setelah dia menerima bendera olimpiade di Rio de Janeiro, Brazil, yang menandakan Tokyo bakal menjadi tuan rumah pada Olimpiade 2020. Namun, permintaan tersebut ditolak.

Masuzoe adalah gubernur kedua Tokyo yang mundur sejak Tokyo didapuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2020. Pada akhir 2013, pendahulunya, Naoki Inose, mundur dengan alasan serupa, yakni skandal finansial.

Masuzoe mundur karena merasa sikap foya-foyanya memang tidak etis. Namun, dia bersikukuh menyatakan tidak menggunakan uang negara untuk hura-hura.

Saat awal menjabat gubernur, Masuzoe berjanji menciptakan pemerintahan yang bersih dari skandal keuangan. Sayangnya, mantan menteri kesehatan dan tenaga kerja tersebut tidak mampu menepati janjinya.

April lalu muncul laporan bahwa dia menggunakan mobil dinas untuk melakukan perjalanan liburan akhir pekan di penginapan di selatan Tokyo.

Selain itu, muncul tudingan bahwa politikus yang mahir berbahasa Prancis tersebut melakukan perjalanan ke luar negeri dengan penerbangan kelas atas. Dia juga membeli benda-benda seni yang cukup mahal secara online.

Laporan lainnya menyebutkan bahwa Masuzoe mengunakan uang negara untuk membiayai akomodasi rekreasi keluarganya di dalam negeri. Tentu saja, seluruh akomodasi adalah kelas atas.

Pengunduran diri Masuzoe itu memang diinginkan banyak pihak. Partai Demokrat Liberal (LDP) yang digawangi oleh Perdana Menteri Shinzo Abe sebelumnya mendukung Masuzoe. Namun, kini LDP berbalik ikut mendukung pelaksanaan mosi tidak percaya.

LDP takut Masuzoe akan mencoreng nama partai dan membuat perolehan suara mereka pada pemilu parlemen 10 Juli mendatang turun. (AFP/The Japan Today/BBC/sha/c20/any)

Respon Anda?

komentar