Peluang Meraih 3 Poin Melayang di Menit Akhir, Islandia Kecewa Berat

947
Pesona Indonesia
Gol bunuh diri di akhir laga membuat Islandia kehilangan dua angka . Foto: eufa
Gol bunuh diri di akhir laga membuat Islandia kehilangan dua angka . Foto: eufa

batampos.co.id – Kemenangan di depan mata yang terbuang dua menit waktu normal pertandingan berakhir benar-benar membuat pemain dan pelatih Islandia kecewa. Apalagi gol penyama kedudukan untuk Hongaria lahir dari gol bunuh diri pemain Islandia.

Menghadapi Hongaria di Stadion Stade Vélodrome, Marseille, Sabtu (18/6/2016), Islandia unggul 1-0 hingga menit ke-87 berkat gol Gylfi Sigurdsson pada menit ke-40. Namun gol bunuh diri Birkir Saevarsson pada menit ke-88 membuat seluruh skuat Islandia sangat kecewa.

“Ini adalah kekecewaan yang besar. Kami hampir meraih tiga angka, tapi kami kurang berkonsentrasi jelang akhir laga meskipun pertahanan kami sudah bagus,” kata Kolbeinn Sigthórsson, bomber Islandia, usai laga.

“Kami hanya beberapa menit lagi meraih kemenangan dan kami gagal meraihnya. Kami harus lebih tenang dan memainkan bola lebih banyak,” katanya lagi.

Sigthórsson yang menjadi pemain terbaik pada laga tersebut menambahkan, seluruh skuat Islandia seolah menelan kekalahan saat berada di ruang ganti.

“Kami mengincar tiga angka dan itu sudah sangat dekat. Jika Anda dapat melihat kekecewaan pemain di ruang ganti, rasanya seperti mengalami kekalahan,” ujar Sigthórsson.

Islandia akhirnya baru bisa meraih dua poin dari dua laga yang kesemuanya berakhir imbang.

Poin Islandia sama dengan Portugal yang juga hanya bisa mendulang dua poin dari dua laga yang kesemuanya berkesudahan dengan skor sama.

Efek yang dialami Islandia setelah dua laga tersebut pun berbeda. Hal itu diungkapkan oleh salah satu pelatih mereka, Heimir Hallgrímsson.

“Kami senang dengan poin yang kami raih saat melawan Portugal, tapi kami kecewa dengan hasil kontra Hongaria. Ruang ganti sangat sunyi,” kata Hallgrímsson seperti dilansir situs resmi UEFA.

“Kami telah berusaha sangat keras saat bertahan. Hal buruk yang kami lakukan adalah menjaga dan menguasai bola. Hal tersebut mungkin terjadi karena faktor kelelahan,” sambungnya.

Meski kemenangan yang sudah di depan mata digagalkan oleh Hongaria, Hallgrímsson tetap memuji sang lawan.

“Saya ingin memberi pujian untuk Hongaria dan pelatih mereka. Hongaria adalah tim yang sangat bagus dan siapapun yang meremehkan mereka akan menderita,” ungkap Hallgrímsson.

Satu hal yang menjadi sorotan Hallgrímsson adalah bagaimana agar Islandia bermain konsisten hingga akhir laga. Hal tersebut harus dilakukan agar tak terjadi laga kejadian seperti di pertandingan kontra Hongaria.

“Para pemain bekerja dengan sangat keras dan saya bangga dengan performa mereka. Kami hanya harus lebih pintar saat menguasai bola dan lebih efektif mengatur pertandingan di menit-menit akhir,” tandasnya. (zul/JPG)

Respon Anda?

komentar