TNI AL Amankan Rumpon yang Rugikan Nelayan Tradisional

1495
Pesona Indonesia
TNI Angkatan Laut dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaksanakan operasi rumpon dengan mengerahkan KRI Soputan-923. Operasi ini berhasil mengamankan serta mencabut sebanyak 16 pelampung rumpon, alat atraktor, dan satu buah perahu ketinting yang sudah dalam kondisi rusak. FOTO: DOK.Dispenal
TNI Angkatan Laut dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaksanakan operasi rumpon dengan mengerahkan KRI Soputan-923. Operasi ini berhasil mengamankan serta mencabut sebanyak 16 pelampung rumpon, alat atraktor, dan satu buah perahu ketinting yang sudah dalam kondisi rusak. FOTO: DOK.Dispenal

batampos.co.id – TNI Angkatan Laut melaksanakan operasi rumpon dengan mengerahkan KRI Soputan-923.

Operasi rumpon  merupakan operasi untuk memusnahkan atau mencabut rumpon-rumpon ikan yang tersebar di seluruh perairan Indonesia. Rumpon atau fish aggregating devices ini merupakan benda terapung baik menetap ataupun bergerak bebas (hanyut), mengambang ataupun berada di dasar laut yang sengaja ditempatkan untuk menarik perhatian dan mengumpulkan kawanan ikan.

Keberadaan rumpon-rumpon tidak berizin ini telah banyak merugikan nelayan lokal/tradisional karena mengubah ekologi perairan yang membuat ikan pelagis besar tidak bisa mendekat ke pinggir atau masuk area di bawah 4 mil, sehingga menyebabkan nelayan lokal sulit untuk mendapatkan ikan-ikan yang berukuran besar dan bernilai ekonomis tinggi.

Pada operasi kali ini TNI AL berhasil mengamankan serta mencabut sebanyak 16 pelampung rumpon, alat atraktor, dan satu buah perahu ketinting yang sudah dalam kondisi rusak.

Operasi ini digelar TNI Angkatan Laut bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan di Laut Sulawesi perbatasan ZEE antara Indonesia dan Philipina (garis Bujur 122 – 123). Operasi tersebut digelar pada tanggal 12 sampai dengan 14 Juni 2016.

canggih

Saat ini, barang-barang tersebut sudah dibawa oleh KRI-Soputan-923 dan telah diserahkan ke Satuan Keamanan Laut (Satkamla) Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) VIII Manado untuk diamankan.

KRI Soputan-923 merupakan Kapal Perang Republik Indonesia dari jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) yang berada di bawah kendali operasi (BKO) Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmatim dengan sandi “Operasi Benteng Tuna”.

Terkait dengan pelaksanaan operasi tersebut, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto, mengatakan TNI AL akan mendukung sepenuhnya program pemerintah.

“Sudah tentu ini merupakan bagian dari komitmen pimpinan TNI AL Laksamana TNI Ade Supandi yaitu selalu siap mendukung pemerintah untuk menuju Indonesia sebagai Poros  Maritim Dunia,” tandas Kadispenal.(fri/jpnn)

Respon Anda?

komentar