Alur Panjang Sebabkan Harga Sembako Tinggi di Batam

710
Pesona Indonesia
Tol Laut Caraka Niaga III yang digunakan membawa sembako ke pulau-pulau perbatasan. foto:syahid/batampos
Tol Laut Caraka Niaga III yang digunakan membawa sembako ke pulau-pulau perbatasan. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Tingginya harga-harga komoditi di Batam dibandingkan daerah lain diduga terjadi karena alur pendistribusian. Contohnya untuk beras, distributor Batam memesan beras ke Distributor di Jawa, dari Jawa kemudian memesan ke daerah Cipinang dan daerah lainnya. Dan dari daerah Cipinang mengumpulkan beras dari daerah lainnya.

“Jadi alur pengiriman ke Batam itu cukup panjang,” terangnya.

Transportasi laut yang cukup jauh menyebabkan beberapa komoditi pangan lambat sampai di Batam. Apalagi, untuk menyalurkan komoditi itu ke Batam, distributor harus mengeluarkan biaya extra. Karena kapal pengangkut hanya mengantar barang dari daerah Jawa ke Batam. Untuk kembali kapal tersebut kosong.

“Nah, itu juga yang menyebabkan cost tinggi. Sebab, untuk biaya kapal saja sudah mahal karena harus membayar dua kali lipat. Kapal hanya berisi saat mengantarkan barang, pulangnya kosong,” jabar Rudi.

Rudi masih berharap agar presiden memberi izin impor khusus Batam untuk gula, beras dan terigu. Sebab, harga pangan yang berasal dari Vietnam, Thailand (beras dan tepung), India dan Pakistan (Gula) jauh murah dibandingkan harga lokal. Harganya bisa setengah harga lokal.

“Nah, untuk pemesanan pun kita dekat. Harganya juga jauh murah dan waktu yang diperlukan tidaklah lama,” ujar Rudi.(she)

 

Respon Anda?

komentar