Asmin Patros Himbau Pedagang Daging Agar Tidak Mengambil Margin Tinggi

626
Pesona Indonesia
Asmin Patros. foto:rpg
Asmin Patros. foto:rpg

batampos.co.id– Rombongan Komisi II DPRD Kepri jaring pendapat pedagang di beberapa pasar di Batam terkait kebijakan pemerintah pusat yang menaikan kuota impor daging sapi.

Anggota Komisi II DPRD Kepri, Asmin Patros mengatakan berdasarkan pendapat yang dihimpun pihaknya sejak Sabtu (18/6) di pasar Penuin, Lubukbaja hingga kemarin Minggu (19/6) di pasar Mitra Raya, Batamcenter, kebijakan impor sapi mendapat reaksi yang beragam.

“Ada yang setuju impor itu dilakuan supaya harga jual ke masyarakat lebih murah. Tapi ada juga yang menolak, kalau impor bagaimana sapi yang diternak di lokal, kalau impor masuk macam mana mau untung kata mereka,” ucap Asmin saat melakukan jaring pendapat di Pasar Mitra Raya, Minggu (19/6) pagi.

Untuk itu dia meminta ke pedagang agar ikut serta menjaga daya beli masyarakat terhadap sapi dengan menetapkan harga dalam batas wajar. “Jangan ambil marjin atau keuntungannya terlalu tinggi, kita ngomong kalau biasa jual Rp 120 ribu biasalah naik 5 ribu atau 10 ribu jadi Rp 130, jangan naik langsung jadi Rp 150 ribu,” harapnya.

Selain ke pasar, rencananya pihaknya juga akan mengunjungi langsung tempat pemotongan hewan di Seitemiang, Sekupang Kamis (23/6). “Kita mau tahu kendala apa di pemotongan, juga ketersediaan stoknya bagaimana,” kata politisi Golkar ini.

Dia menambahkan, sebelum kunjungan ke tempat pemotongan hewan, rencananya hasil kunjungan sementara akan terlebih dahulu dilaporkan ke pimpinan DPRD Kepri. “Tak menunggu, hari Senin (20/6) kita lapor dulu pimpinan, sehingga begitu ada rapat kerja dengan gubernur atau SKPD terkait kita akan menginformasikan aspirasi ini,” ucapnya.

Seorang pedagang yang dimintai pendapatnya mengatakan langkah impor merupakan tindakan yang memiliki efek yang positif sekaligus negatif.

“Bagus juga sih, tapi ada negatif juga, pengaruh ke daging yang lokal ini masalahnya,” pungkasnya.(cr13)

Respon Anda?

komentar