China Terus Menggoda, 11 Kapal Curi Ikan di Wilayah Natuna, 1 Tertangkap

5896
Pesona Indonesia
Pasukan TNI AL jaga ABK kapal ikan China yang tertangkap.
Pasukan TNI AL jaga ABK kapal ikan China yang tertangkap.

batampos.co.id – Kapal Republik Indonesia (KRI) Kembali menyasar kapal ikan China yang melakukan pencurian ikan di laut Natuna atau ZEE Indoesia, Jumat (17/6).

Tidak tanggung tanggung, sedikitnya 12 kapal ikan China tertangkap radar. Aksi kejar kejaran tak terhindarkan. Satu kapal China berkat ABK 7 orang satu diantaranya wanita. Berhasil diamankan.

Penangkapan kapal ikan China ini, merupakan hasi latihan terpadu Guskamla dan Guspur komando armada Barat TNI AL.

Adalah KRI Imam Bonjol dan KRI Todak yang melakukan pengejaran. Pengejaran pun langsung dibayang bayangi Coast Guard 3303 milik China.

Wakil komandan satgas latihan 3 terpadu yang juga Komandan satuan kapal rajau armada kawasan Barat, Kolonel laut (P) Friche Flack mengatakan, 12 kapal ikan China tertangkap radar sudah masuk zona ekonomi eklusif laut China Selatan. Kapal ikan bergerombol, sehingga dilakukan teknik untuk menangkap salah satu kapal.

“Kapal ikan China masuk ZEE kita dan perbatasan Vietnam. Kami kejar satu, 11 kapal lain berhasil kabur, saat itu KRI sedang konvoi melakukan latihan terpadu,” kata Friche di atas KRI Teuku Umar, Sabtu (18/6).

Friche Flick mengakui, drama penangkapan kapal ikan China terus dibayangi Coast Guard China, baik melalui percakapan radio dan pesan tertulis di kapal agar nelayan mereka dilepas. Namun Coast Guard tidak berani terlalu dekat, karena KRI Imam Bonjol dibantu KRI Todak.

“Saat kapal ikan China ditarik, Coast Guard China ada upaya melepaskan tangkapan KRI, tapi lewat percakapan radio,” katanya.

Penangkapan kapal ikan China pada Jumat siang (17/6), dalam perjalan ke Pos AL Sabang Mawang, KRI kembali dibayangkan-bayangi kapal patroli China yang lain, yakni Coast Guard 2501.

Sehingga pengamanan kapal ikan China didempetkan di bodi KRI, setelah masuk teritorial baru ditarik. Hal itu untuk menghindari adanya insiden terulang, upaya paksa dan nekat melepaskan tangkapan KRI, oleh Coast Guard, dengan menabrak kapal ikan mereka dan memutuskan tali.

Namun menurut Friche, upaya Coast Guard China melepaskan kapal ikan mereka adalah hal wajar. Namun selama masih dalam zona bebas, bukan teritorial. Kapal yang diamankan pun tidak dilengkapi izin masuk di ZEE laut China Selatan.

Dikatakan Friche, penangkapan kapal ikan China berbeda dari nelayan Vietnam atau Thailand. Nelayan China sudah terlatih, mereka melakukan penguncian sistem pengaman kapal, mulai kemudi hingga mesin.

“Jadi penantian sekarang, kemudi kapalnya dikunci, kapalnya hanya mutar, semua ABK sembunyi, ketika sudah tidak bisa kabur. Jadi untuk menarik ke pangkalan jadi sulit,” ujarnya.

Saat ini kapal ikan China sudah diamankan di pos AL Sabang Mawang, sementara tujuh ABK termasuk nakhoda diproses di Lanal Ranai. (arn)

Respon Anda?

komentar