Daya Tampung Sekolah Terbatas, Orangtua Calon Siswa Cemas

1121
Pesona Indonesia
Orang tua siswa mendaftarkan anaknya di SMPN 6 Batam di Seipanas di hari terahir pendaftaran calon siswa, Rabu (15/6). F. Dalil Harahap/Batam Pos
Orang tua siswa mendaftarkan anaknya di SMPN 6 Batam di Seipanas di hari terahir pendaftaran calon siswa, Rabu (15/6). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk sekolah menengah pertama negeri SMPN dimulai hari ini, (Senin, 20/6). Wilayah kecamatan Seibeduk diprediksi akan membludak dengan calon siswa baru. Daya tampung sekolah-sekolah yang ada di sanapun terbatas sehingga banyak anak yang akan kewalahan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah di SMPN.

Sejumlah orangtua yang anaknya baru tamat sekolah dasar (SD) mulai kuatir anaknya tak diterima di SMPN. Jauh-jauh hari sebelum PPDB dibuka, mereka sudah berlomba-lomba untuk mencari informasi terkait PPDB, agar anak mereka bisa diterima di sekolah negeri. “Kalau persiapan untuk PPDB sudah lengkap, cuman kuatir juga karena sekolahnya terbatas di sini. Sementara anak-anak yang mau masuk SMPN banyak di sini,” kata Hendrik, salah satu warga di Bidaayu yang ingin mendaftarkan anaknya ke SMP, kemarin (19/6).

Hendrik menuturkan, dia berkeinginan anaknya masuk di SMPN 16 yang lokasinya dekat dengan rumah mereka. Namun jika memang nantinya tak lolos test masuk, dia akan berupaya ke SMPN lain yang terdekat seperti SMPN 40, Seipancur. “Tapi upayakan dulu di SMPN 40, karena dekat rumah. Saya tinggal di Bidaayu, kalau ke Pancur cukup jauh,” katanya.

Senada disampaikan Zulkifli orangtua siswa lainnya. Kekuatirannya semakin besar karena nilai sekolah anaknya saat SD dibawah rata-rata. “Takutnya anak-anak yang lain tinggi-tinggi nilainya jadi kalah saat test nanti,” ujarnya.

Padahal dia sangat berharap agar anaknya bisa masuk di SMPN 40, karena lokasi sekolah itu dekat dengan rumahnya.

Menanggapi kekuatiran orangtua tersebut, Kepala Sekolah SMPN 40 Seibeduk, Borbor Pasaribu mengatakan, proses PPDB yang dilakukan secara online memang memiliki kriteria dan penilaian sendiri. Sehingga jika yang mendaftar lebih dari total daya tampung yang ada, sistem akan melakukan seleksi anak-anak yang nilai rata-rata paling rendah akan gugur sendiri. “Itu sistem dari Disdik. PPDB dilakukan secara on line jadi memang begitu aturannya,” kata Borbor.

Untuk SMPN 40 sendiri, sambung Borbor hanya akan menerima 240 siswa baru untuk enam rombongan belajar (rombel) yang disediakan. Jumlah tersebut memang jauh lebih rendah dengan jumlah anak yang hendak masuk SMPN. “Karena biasnaya tiap tahun selalu membludak, tapi masih bisalah untuk terakomodir sebab di sini sudah ada tiga SMPN. Kalau di sini tak terima kan masih ada harapan dua SMPN lainnya,” kata Borbor. (eja)

Respon Anda?

komentar