Pemerintah Gagal Menekan Harga Sembako

705
Pesona Indonesia
Aktivitas masyarakat jual beli di pasar Puan Maimun, di bulan ramadhan beberapa komoditi sembako mulai merangkak naik.foto:tri haryono
Aktivitas masyarakat jual beli di pasar Puan Maimun, di bulan ramadhan beberapa komoditi sembako mulai merangkak naik.foto:tri haryono

batampos.co.id – Sejumlah harga komoditi pokok di Batam terus merangkak naik sejak awal ramadan lalu. Pemko Batam pun telah berupaya menekan harga dengan berbagai kegiatan, namun hasilnya sia-sia. Harga tetap melambung, masyarakat khususnya menengah kebawah pun mulai mengeluhkan tingginya harga tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan (Disperindag) dan ESDM Kota, Rudi Sakyakirti mengatakan kebutuhan pokok di Batam sangat bergantung terhadap daerah lain. Hal itu disebabkan, Batam tak bisa menghasilkan seluruh komoditi tersebut sehingga harus didatangkan dari luar.

“Kita sangat bergantung dengan daerah luar. Batam bukan daerah penghasil komoditi, jadi seluruh komoditi untuk Batam di datangkan dari luar,” kata Rudi kepada Batam Pos, beberapa waktu lalu.

Kalaupun ada yang bisa dihasilkan Batam hanya beberapa persen dari kebutuhan pokok masyarakat, itu pun tidak seluruh komoditi. Beberapa komoditi yang bisa dihasilkan di Batam adalah sayur-sayuran seperti bayam, cabai, kangkung. Kemudian ayam dan telur.

“Itupun hanya beberapa persen, sekitar 2 persen, jadi mau tak mau harus didistributor dari luar. Kalau tidak kita masyarakat Batam mau makan apa,” jelas Rudi.

Menurut dia, kondisi geografis Batam tak memungkinkan untuk dijadikan kawasan pertanian dan tanaman pangan lainnya. Kalaupun Batam dijadikan daerah penghasil pertanian, pemerintah harus mengeluarkan biaya yang mahal. Dengan pengelolaan tanah dan penerapan berbagai sistem agar membuat tanah subur.

“Biaya tak murah. Jika memang itu diterapkan tetep saja beberapa pangan harus didatangkan dari luar. Apalagi melihat luas Batam dan jumlah penduduk yang tidak mencukupi jika dijadikan daerah pertanian atau perkebunan,” imbuh Rudi.

Beberapa komoditi yang sering mengalami lonjakan harga jelang hari besar adalah cabai, bawah merah, beras, gula, telur, minyak, tepung, ayam hingga daging sapi segar. Harga-harga itu naik diduga karena meningkatnya jumlah permintaan dari masyarakat.

“Sudah biasa naik, karena permintaan tinggi. Harga dari daerah penghasilpun ikutan naik,” terang Rudi.(she)

 

Respon Anda?

komentar