Beda Dengan Pesawat, Tiket Kapal Laut Tak Akan Alami Kenaikan

1198
Pesona Indonesia
Tampak penumpang mudik melalui Pelabuhan Domestik Sekupang untuk menaiki kapal, Minggu (19/6). F Dalil Harahap/Batam Pos
Tampak penumpang mudik melalui Pelabuhan Domestik Sekupang untuk menaiki kapal, Minggu (19/6). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Perhubungan Kepri, Muramis menegaskan tiket kapal laut tidak akan mengalami kenaikan. termasuk juga tiket kapal perintis akan tetap stabil dan tidak akan naik pada saat arus mudik dan arus balik lebaran 2016 nanti.

“Tiket kapal antar-kabupaten atau kapal perintis di Kepri tak ada kenaikan,” kata Muramis, kemarin.

Menurutnya, harga tiket kapal laut disesuaikan antar kabupaten dan provinsi menjadi kewenangan gubernur. Sedangkan untuk harga tiket antarpulau dalam kabupaten dan kota di Keprti disesuaikan dengan peraturan bupati dan walikota terbaru.

Hadirnya jaminan ini merupakan upaya pemerintah dalam hal meringankan beban masyarakat, khususnya bgi mereka yang menggunakan transportasi laut. Hal ini semakin dipertegas dengan revisi terakhir dalam rangka turunnya BBM dan berlaku di seluruh Kepri.

Orang nomor satu di dinas perhubungan provinsi ini menjelaskan, harga tiket kapal dari Tanjungbalai Karimun ke Tanjungbatu berlaku SK (Surat Keputusan) Bupati. Tapi kalau dari Batam ke Tanjungbalai Karimun atau ke Natuna berlaku SK gubernur.

Selain harga yang normal, untuk jadwal keberangkatan kapal laut Batam-Pekanbaru-Dumai yang sebelumnya dua kali seminggu, menjelang lebaran akan ditambah menjado empat kali seminggu. Penambahan ini nantinya akan menyesuaikan lonjakan penumpang.

Menghadapi arus mudik lebaran ini, ia mengaku, pihaknya sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Termasuk juga pada saat arus balik lebaran tahun 2016 nanti. Posko-posko laut darat dan bandara dilengkapi sarana kesehatan, ambulance dan tenaga medis.

Untuk kesiapan di darat yaitu H-7 dan H+7, kemudian yang di laut H-12 dan H+10, dan kesiapan di bandara H-12 dan H+ 10.

Terkait harga tiket pesawat terbang, ia mengaku sudah dibatasi sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No.126 Tahun 2016 tentang batas bawah dan batas atas. “Kalau harga tiket pesawat terbang ada batas bawah dan atasnya,” pungkasnya. (rng)

Respon Anda?

komentar