Rumah Tunggu Kelahiran, Upaya Meranti Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak

1151
Pesona Indonesia

ilustrasi

ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti mencatat kematian ibu dan bayi pada tahun 2015 lalu sebanyak 63 kasus.

5 kasus kematian ibu dan 58 kasus kematian bayi.

Pada tahun 2016 ini, angka kematian ibu sebanyak 3 kasus dan kematian bayi sebanyak 25 kasus.

“Angkanya masih aman dan belum tinggi. Tetapi kami akan terus berupaya melakukan upaya menekan angka tersebut,” ungkap Kepala Diskes, Irwan Suwandi, belum lama ini.

Menurut dr irwan upaya yang dilakukannya dalam menekan angka kematian ibu dan bayi tersebut dengan membangun rumah tunggu kelahiran. Dia mengaku sudah membangun rumah tunggu kelahiran di sejumlah daerah diantaranya Desa Anak Setatah Kecamatan Rangsang Barat, Desa Alai Kecamatan Tebingtinggi Barat, dan Teluk Belitung Kecamatan Merbau.

“Nanti menyusul kami adakan rumah tunggu kelahiran Selatpanjang, Desa Tanjung Samak Kecamatan Rangsang dan daerah lainnya,” tambahnya.

Irwan menjelaskan bahwa rumah tunggu kelahiran bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang akan segera melahirkan dengan tujuan untuk memantau perkembangan ibu. Untuk kasus normal minimal 5 hari sebelum jadwal kelahiran sudah harus menginap di sana.

“Rumah tersebut juga minimal harus ditempuh paling lama 30 menit dari pusat kesehatan di wilayah masing-masing. Kemudian nantinya ambulans juga akan siap sedia untuk mengantar dan menjemput ibu yang akan melahirkan,” terangnya. (amn)

Respon Anda?

komentar