Selisih Pendapat Soal Sumber Waras, KPK-BPK Tetap Bersinergi

515
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Silang pendapat soal dugaan korupsi pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menimbulkan kesan kalau kedua lembaga ini tak harmonis lagi.

BPK menyebut ada penyimpangan dalam pembelian lahan tersebut, namun KPK menyebut tidak ada unsur melawan hukum, sehingga tidak bisa dinaikkan menjadi penyidikan.

Guna mengurai silang sengkarut itu, petinggi BPK dan KPK akhirnya bertemu.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, BPK dan KPK akan terus melaksanakan tugas dan kewenangan masing-masing. Meski berbeda pendapat soal pembelian lahan RS Sumber Waras oleh Pemprov DKI Jakarta, tetapi lembaga itu akan tetap terus bersinergi.

“KPK tidak menegasikan laporan hasil pemeriksaan investigasi yang telah disampaikan BPK kepada KPK,” kata Agus dalam konferensi pers bersama di kantor BPK, Jakarta, Senin (20/6/2016).

Sementara itu, kata Agus, ‎BPK tetap menyatakan bahwa telah menjadi penyimpangan dalam permasalahan Sumber Waras. Sehingga berdasarkan amanat UUD 1945, Pasal 23E ayat 3, Pemprov DKI Jakarta tetap harus menindaklanjuti laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK atas laporan keuangan Pemprov DKI tahun 2014.

Lebih lanjut Agus menegaskan KPK dan BPK akan saling bersinergi untuk melaksanakn tugas pokoknya dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi. (put/jpg)

Respon Anda?

komentar