Sepekan, Dua Motor Dicuri di Tanjungpinang

465
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Aksi kriminalitas di Kota Tanjungpinang selama bulan Ramadhan memang tidak menonjol. Namun, setidaknya selama satu pekan belakangan pihak Kepolisian Resor (Polres) Tanjungpinang menerima dua laporan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang dilaporkan dua warga yang menjadi korbannya.

Laporan pertama diterima pihak kepolisian, Rabu (15/6) lalu. Nanik Suarni (47), kehilangan motor Yamaha Xeon BP 5818 WO, yang dikendarai anaknya saat bertamu di rumah Rustam di Jalan Batu Kucing.

Saat bertamu, anak korban memarkirkan kendaraannya didepan rumah tersebut dan tidak mengunci stang kendaraannya. Korban pun mengalami kerugian Rp 18 juta.

Laporan kedua, diterima pihak kepolisian pada Sabtu (18/6), yang dilaporkan oleh Toni (32). Ia kehilangan motor Honda Beat BP 3325 FT, yang diparkirkan didepan rumahnya yang terletak di Jalan Anggrek Merah.

Saat diparkir, motor tersebut dalam keadaan stang terkunci. Dalam laporannya ke pihak berwajib, akibat kehilangan motornya tersebut dirinya mengalami kerugian Rp 14 juta.

Menanggapi mulai maraknya aksi curanmor di Tanjungpinang, salah seorang warga , Yusni (30) mengatakan pihak kepolisian agar terus meningkatkan patroli. Karena dengan cara seperti itu setidaknya dapat mencegah tindakan kriminal yang dilakukan orang tak bertanggung jawab.

“Petugas yang patroli harus meningkatkan patrolinya di daerah yang dianggap sebagai lokasi paling rawan tindakan kriminal,” ujar Yusni.

Bagusnya, kata Yusni, pihak kepolisian tida hanya menghimbau masyarakat untuk waspada atas berbagai tindakan kriminal. Tetapi harus bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Bersentuhan dalan artian melakukan patroli bersama dengan penjaga poskamling disetiap perkampungan yang memiliki penjaga malam. Setidaknya dengan begitu dapat mencegah orang yang hendak berbuat kriminal dan dapat benar-benar merasakan polisi hadir ditengah-tengah masyarakat,”kata Yusni.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar