Tekong Pancung Harus Perhatikan Keselamatan Penumpang

617
Pesona Indonesia
Perahu pancung menunggu penumpang di Pelabuhan Jagoh. foto:hasbi/batampos
Perahu pancung menunggu penumpang di Pelabuhan Jagoh. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Penyeberangan laut Jagoh-Penarik maupun Jagoh-Tanjung Buton yang dilayani oleh speed pancung perlu memerhatikan keselamatan penumpang. Tidak adanya pantauan dinas terkait, membuat hal ini seolah terabaikan dan membahayakan keselamatan penumpang yang memilih menggunakan jalur alternatif tersebut.

Pelabuhan Jagoh adalah salah satu pintu masuk sebelah selatan Kabupaten Lingga dan menjadi tumpuan kedatangan penumpang. Baik feri reguler Tanjungpinang, Batam maupun angkutan laut Roro. Begitu juga tempat sandar pancung yang berukuran lebih kecil menunggu penumpang dari Batam karena tiba lebih awal pada pukul 14.00 WIB untuk menyeberang ke Daik, ibukota Kabupaten Lingga.

Sedangkan feri reguler dari Tanjungpinang yang berlabuh di Tanjung Buton, akan sampai lebih sore di Pelabuhan Jagoh. Kira-kira pukul 15.20 WIB sehingga jalur speed pancung menjadi pilihan paling cepat sampai di Daik. Namun soal keselamatan penumpang, hal ini yang seolah diabaikan para tekong pancung.

“Kita minta dinas terkait pantau juga aktifitas speed pancung untuk membatasi kapasitas penumpang. Memperhatikan keselamatan dan kenyamanan penumpang,” ungkap Ferdy salah seorang warga, Minggu (19/6).

Pasalnya, kata Ferdy, menjelang lebaran akan terjadi lonjakan penumpang besar-besaran. Sementara kondisi angin selatan yang terjadi juga harus menjadi perhatian bagi kapal kecil terutama speed pancung yang membawa penumpang over kapasitas.

“Kadang satu speed pancung kecil sampai 11 orang penumpang. Musim sekarang angin selatan, kan bisa bahaya kalau terjadi apa-apa karena dipaksanakan. Mana tidak ada safety-nya lagi. Kalau terjadi hal buruk siapa yang mau bertanggu jawab. Pihak terkait harus pantau dan batasi penumpang agar speed penyebrangan ini lebih nyaman dan aman bagi penumpang,” tambah Ferdy.

Ia berharap, sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan di selat pulau tiga yang terkenal dengan angin selatannya, dinas terkait menghimbau para tekong pancung untuk bersama-sama memberikan pelayanan terbaik. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar