DPRD Kepri Geram Banyak Kepala SKPD Mangkir Sidang Paripurna

977
Pesona Indonesia
Kursi yang disediakan untuk SKPD tampak kosong saat sidang paripurna, kemarin. foto:faradilla/batampos
Kursi yang disediakan untuk SKPD tampak kosong saat sidang paripurna, kemarin. foto:faradilla/batampos

batampos.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri dibuat geram dengan tidak hadirnya mayoritas Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kepri pada sidang paripurna di Dompak, Senin (20/6).

Paripurna yang dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan agenda pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPP) APBD Kepri 2015, hanya diikuiti oleh tiga Kepala SKPD saja. Yakni, Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Tagor Napitupulu, Kabiro Organisasi Tata Laksana, Firdaus dan menyusul kemudian Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Yatim Mustafa. Serta Plt Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Reni Yusneli menggantikan Gubernur Kepri yang berhalangan hadir.

Di awal paripurna berlangsung, Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak menuturkan kekecewaannya atas ketidakhadiran para SKPD tersebut. “Sangat disayangkan SKPD tak bisa lengkap hadir dalam paripurna ini. Namun kondisi hari ini agar menjadi catatan oleh Plt Sekda agar kedepannya dapat mengarahkan SKPD agar dapat hadir dalam agenda seperti ini,” tutur Jumaga sesaat setelah membuka paripurna.

Namun kemudian pernyataan Jumaga yang hanya berupa teguran tak disepakati oleh anggotanya. Taba Iskandar, politisi Golkar, lantas membuka interupsi menyampaikan ketidaksetujuannya.

“Seharusnya ketidakhadirsn gubernur hari ini ditebus dengan kehadiran SKPD. Supaya imbang. Saya termasuk yang meminta paripurna ini ditunda. Bukan soal tiada maaf, jangan terlalu dibawa perasaan. Tetapi seharusnya kekurangan ini ditutupi dengan kelebihan yang ada,” ujar Taba

Pernyataan keras selanjutnya juga disampaikan Sukhri Fahrial yang kemudian merubah pendapatnya dan akhirnya sependapat dengan fraksi lain yang meminta paripurna untuk ditunda. “Jangan seolah puasa membuat kita lupa dengan tugas. Hari ini saya lihat kita bukan lembaga terhormat. Karena nyatanya kehadiran mitra kita luar biasa minim. Padahal hari ini pemaparan dari apa yang telah mereka lakukan pada tahun lalu,” ucap Sukri.

Ia juga menyampaikan, jika kejadian serupa kembali terulang pada paripurna selanjutnya, maka Hanura sepakat untuk walk-out dari agenda fersebut.

Hujan kritik kepada SKPD Kepri pun lantas dikanjutkan politisi PKS Suryani. Yang dalam paripurna tersebut meminta Sekda agar dapat menyampaikan kepada gubernur, untuk menganggap pentingnya agenda paripurna. “Paripurna harus diagendakan penting oleh kepala daerah,” ucap Suryani.

Menanggapi hal ini, Plt Sekda Kepri Reni Yusneli mengatakan bahwa pada saat yang sama, Pemprov memiliki empat agenda. Sehingga para kepala SKPD dibagi-bagi kehadirannya. “Ada safari di Lingga, acara di Batam dengan DPD. Ada yang dipanggil di Jakarta. Jadi wajar jumlah yang hadir hanya sedikit,” katanya.

Namun demikian, kepala SKPD itu telah mewakilkan kehadirannya kepada eselon tiga. “Eselon tiga ini lebih mengerti. Karena mereka pejabat teknisnya. Jadi sebenarnya tidak masalah kalau dilanjutkan. Tapi kalau teman-teman di DPRD memandang lain, kami ikuti saja,” ucapnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar