Gula Melambung, Disperindag Belum Lakukan Tindakan

715
Pesona Indonesia
ilustrasi.
ilustrasi.

batampos.co.id – Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Lingga belum dapat memastikan penyebab kenaikan harga gula yang saat ini mencapai harga Rp 16 ribu perkilo. Menurut Kepala Seksi Perdagangan Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi Kabupaten Lingga, Razwin Abdullah, fenomena ini terjadi secara nasional.

“Saya tidak dapat memastikan penyebab kenaikan harga gula ini, karena terjadi serentak di sejumlah daerah di Indonesia. Tanjungpinang juga naik,” kata Razwin.

Disperindagkop hingga saat ini belum melakukan tindakan untuk mengatasi meroketnya harga gula di Kabupaten Lingga. Biasanya jika terjadi lonjakan harga yang signifikan, Bulog bersama pemerintah daerah melakukan operasi pasar untuk menekan peningkatan harga barang di pasaran.

Menurut Razwin, kondisi ini tidak hanya terjadi di Lingga, namun warga Tanjungpinang juga mengalami hal yang sama yakni membeli gula pasir dengan harga yang sangat tinggi. Walau demikian, stok kecukupan gula untuk Lingga masih tergolong aman.

“Harga saja yang masih belum dapat ditangani, tapi kalau ketersediaan sembako masih dalam kondisi aman,” ujar Razwin.

Ketersediaan sembako yakni beras dan gula untuk seluruh masyarakat Lingga hingga lebaran masih dalam posisi aman. Belum lama ini unsur muspida Kabupaten Lingga yang juga dihadiri Wakil Bupati M Nizar menggelar pertemuan membahas ketahanan sembako jelang lebaran.

Selain masalah harga dan stok sembako, Razwin menyampaikan Disperindag akan turun kelapangan bersama instansi terkait dalam konteks pengecekan kedaluarsa bahan pangan dan sebaginya di sejumlah toko dan pedagang yang ada di Dabo Singkep.

“Kami belum turun ke pasar untuk mengecek kedaluarsa ke pasar, kemungkinan dalam waktu dekat ini,” kata Razwin. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar