Insiden Lepasnya Tongkang PT WIKA, Kecerobohan yang Tak Bisa Diterima

1008
Pesona Indonesia
ilustrasi tongkang. foto: rezza / batampos
ilustrasi tongkang. foto: rezza / batampos

batampos.co.id – Insiden lepasnya tongkang milik PT Wijaya Karya (WIKA) yang kemudian menabrak pelantar warga Dompak, dianggap sebagai kecorobohan dan kelalaian yang tak bisa diterima. Pasalnya, kejadian serupa sudah pernah terjadi dan menabarak salah satu rumah makan milik warga sekitar.

“Bahkan sampai dua kali kejadian. Itu bukan lalai lagi namanya, tapi ini berarti sudah tak peduli,” kecam anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Irwansyah, Senin (20/6) kemarin.

Ia tak menampik, berulangnya kejadian tongkang lepas ini menjadikan penilaiannya terhadap WIKA yang kian memburuk. WIKA seharusnya antisipatif dengan situasi dan kondisi, sehingga tak menyebabkan kerugian kepada masyarakat.

“Kalau tongkang sampai dua kali lepas, tak heran jembatan segitu besar bisa roboh,” tuturnya menyinggung pembangunan Jembatan I Dompak yang belum kunjung selesai.

Menurut Irwansyah, tak pantas rasanya jika perusahaan sebesar WIKA yang memiliki standar ISO dengan pengalaman proyek besar di berbagai tempat sampai lalai dengan lepasnya tongkang. Irwansyah bahkan menilai WIKA tak lantas belajar dari pengalaman, jika tongkang tersebut sampai hanyut dua kali.

“Masih untung yang ditabrak ini bukan rumah-rumah warga di pinggiran. Bagaimana kalau sampai menyebabkan korban jiwa atas kelalaian mereka itu?” tutur politisi PPP ini kesal.

Kekesalan Irwansyah lantas memuncak, ketika Pimpro WIKA, yang sejak Senin (20/6) pagi dihubungi olehnya tak juga tersambung. “Sudah saya SMS ke Pak Ketut itu akhirnya. Cc-kan ke Dinas PU Kepri dan Pak Gubernur,” bebernya.

Dalam pesan tersebut, Irwansyah menegaskan kepada WIKA untuk secepatnya mengganti rugi, dengan membangun kembali pelantar beton yang telah ditabrak oleh tongkangnya. “Harus secepatnya diperbaiki! Dan selesai sebelum lebaran agar bisa kembali digunakan masyarakat. Karena pelabuhan ini sangat vital bagi warga setempat,” tegas Irwansyah.

Irwansyah lantas melanjutkan, seharusnya WIKA sebagai kontraktor nasional, yang telah mengantongi banyak pengalaman proyek besar dapat menjaga citranya. Terlebih WIKA baru saja menghadapi musibah, robohnya bagian jembatan.

“Ini sudah satu penilaian lagi. Kalau kecil begini juga tak dipikirkan, jangan heran kalau stigma WIKA merupakan kotraktor yang ceroboh, lalai dan bermalasah menempel di benak masyarakat Kepri,” pungkasnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar