JK Dukung TNI AL Bertindak Tegas, Jangan Biarkan Cina Caplok Natuna

2481
Pesona Indonesia
Waprtes Jusuf Kalla. Foto: istimewa
Waprtes Jusuf Kalla. Foto: istimewa

batampos.co.id – Sikap Cina yang selalu mengklaim perairan Natuna bagian dari wilayah mereka, membuat Wakil Presiden Jusuf Kalla angkat bicara.

JK menegaskan pemerintah RI akan tetap tegas menjaga hak eksklusif Indonesia atas kawasan di pinggir Laut Cina Selatan setelah peristiwa penembakan kepala nelayan Cina oleh TNI AL, akhir pekan lalu.

Baca Juga: Cina Ingin Caplok Natuna

Kalla menyampaikan, Indonesia akan mengirim pesan ke Beijing, meminta Cina menghormati kedaulatan negara di Asia Tenggara itu atas wilayah perairan Kepulauan Natuna.

“Peristiwa itu bukan aksi bentrok, kami hanya melindungi wilayah negara ini,” kata Kalla di Istana Kepresidenan, Senin (20/6/2016).

Baca Juga: Cina Klaim Nelayannya Tertembak, Jokowi: Pertahankan Kedaulatan RI di Natuna

Saat ditanya mengenai apakah pemerintah Indonesia akan lebih tegas, ia berujar, “Ya, kami akan tetap tegas (atas kedaulatan wilayah Indonesia di Laut Cina Selatan).”

Kalla menyebutkan, Indonesia bukan bagian dari negara yang menentang aktivitas reklamasi Cina di Laut Cina Selatan. Akan tetapi, Indonesia keberatan dengan keinginan Cina hendak menguasai perairan Kepulauan Natuna. JK pun mendukung penuh tindakan tegs TNI AL menjaga NKRI di Natuna.

Baca Juga: Menteri Susi Puji Tindakan Tegas TNI AL di Natuna,…Jalesveva Jayamahe

Kalla mengatakan, kapal Cina seringkali beroperasi di perairan dekat kepulauan itu lantaran menganggapnya sebagai wilayah tangkap ikan sejak dulu.

“Namun, kami akan fokus pada persoalan legalnya saja,” kata Kalla merujuk pada Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa atas Hukum Laut (UNCLOS).

Baca Juga:
> China Terus Menggoda, 11 Kapal Curi Ikan di Wilayah Natuna, 1 Tertangkap
> Hamid Rizal : China Sudah Lama Menyusup ke Natuna
> TNI AL Kerahkan Armada Tempur ke Laut Natuna

Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Panjaitan menegaskan Indonesia tak ingin ribut dengan Cina terkait konflik di Laut Cina Selatan.

“Kita enggak mau ribut dengan Cina,” kata Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, kemarin.

Sebelumnya Luhut dipanggil Presiden salah satunya untuk melaporkan soal Laut Cina Selatan, di samping juga Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi yang juga menghadap Presiden untuk urusan yang sama.

Baca Juga: Waspada! Cina Tahu Cadangan Migas Natuna Terbesar di Dunia

Luhut mengatakan dalam pertemuan dengan Presiden dibahas persoalan Laut Cina Selatan yang akan dikonsultasikan dengan ahli hukum laut internasional.

“Bagaimana yang paling elok untuk penyelesaiannya. Karena sebenarnya tidak ada alasan untuk Indonesia ada soal dengan Cina, karena Indonesia pada posisinya sudah jelas semua aturan-aturannya, dari ZEE-nya sudah jelas semua,” katanya.

Menanggapi soal klaim Tiongkok terkait traditional fishing zone mereka, Luhut menegaskan bahwa Indonesia tidak pernah mengakui hal itu. Oleh karena itu, ia menambahkan, saat ini Pemerintah Indonesia sedang mencari opsi-opsi untuk solusi permasalahan di kawasan itu.

“(Protes Cina) tidak perlu kita tanggapi, yang penting kita cari solusi baik-baiklah. Kita ini kan tetangga dan punya hubungan baik dengan Cina tapi tanpa mengorbankan kedaulatan negara kita,” katanya.

Protes Cina terkait dugaan terjadinya penembakan kapal oleh TNI AL, Luhut menampik hal itu karena menurut dia semua telah sesuai prosedur dan aturan. (bbc/reuters/antara/jpgrup)

Respon Anda?

komentar