Menteri Susi Puji Tindakan Tegas TNI AL di Natuna,…Jalesveva Jayamahe

1618
Pesona Indonesia
Susi Pudjiastuti. Foto: tempo.co
Susi Pudjiastuti. Foto: tempo.co

batampos.co.id – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, juga merespons insiden penangkapan kapal nelayan Cina di laut Natunat. Dalam kicauan di akun Twitter-nya, Susi memuji sikap tegas TNI AL yang menangkap nelayan Cina tersebut.

“TNI AL sudah betul menjaga Kedaulatan laut kita beserta isinya. Penembakan itu pasti sudah sesuai prosedur. Jalesveva Jayamahe,” tulis Susi dalam akun Twitter, Senin (20/6/2016).

Baca Juga: JK Dukung TNI AL Bertindak Tegas, Jangan Biarkan Cina Caplok Natuna

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan penangkapan nelayan Cina di laut Natuna oleh TNI AL adalah bentuk konsistensi dalam menegakkan hukum di wilayah ZEE Indonesia.

“Intinya adalah apa yang terjadi tiga kali berturut-turut itu, kita menunjukkan satu konsistensi sikap bahwa kita melakukan penegakan hukum di wilayah ZEE Indonesia,” kata Menlu Retno usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR di Gedung MPR/DPR RI Jakarta, Senin (20/6/2016).

Baca Juga: Cina Ingin Caplok Natuna

Penangkapan kapal ikan Cina ini merupakan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya TNI AL menangkap kapal dan ABK Cina di perairan Natuna pada Maret dan Mei 2016.

“Apabila nanti terulang lagi, maka sikap yang sama akan dilakukan oleh Indonesia karena ini adalah sikap yang kita lakukan di ZEE kita dan sesuai dengan hukum internasional,” kata Menlu.

Sebelumnya, di hadapan sidang RDP, Menlu menjelaskan kronologi kejadian bahwa pada Jumat (17/6/2016), pukul 04.24 WIB, kapal TNI AL memergoki 10-12 kapal ikan asing di perairan Natuna yang merupakan ZEE Indonesia. Dan beberapa kapal terlihat sedang melempar jaring sehingga diduga melakukan penangkapan ikan ilegal.

Baca Juga: Cina Klaim Nelayannya Tertembak, Jokowi: Pertahankan Kedaulatan RI di Natuna

Melihat kapal TNI AL, kapal-kapal asing tersebut mencoba melarikan diri sehingga TNI AL melakukan pengejaran secara terpisah sembari meminta agar mereka berhenti dan mematikan kapal, baik melalui panggilan radio maupun pengeras suara.

Namun, permintaan tersebut diabaikan sehingga TNI Al memberikan tembakan peringatan yang diarahkan ke udara dan laut, lagi-lagi peringatan tersebut diabaikan dan mereka mencoba melarikan diri.

Baca Juga: Waspada! Cina Tahu Cadangan Migas Natuna Terbesar di Dunia

Pada akhirnya, TNI AL berhasil menangkap satu kapal asing yang di dalamnya terdapat tujuh ABK, terdiri atas enam laki-laki dan satu perempuan.

Menlu menegaskan bahwa ketujuh ABK tersebut dalam keadaan baik dan tanpa luka apapun saat ditangkap dan dibawa ke Sabang Mawang, Natuna, untuk investigasi lebih lanjut dan diketahui bahwa kapal dan ABK tersebut berasal dari Cina.

Sementara Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir, hingga saat ini tidak ada nota resmi dari pemerintah Cina kepada Indonesia atas insiden tersebut. (bbc/reuters/antara/jpgrup)

Baca Juga:
> China Terus Menggoda, 11 Kapal Curi Ikan di Wilayah Natuna, 1 Tertangkap
> Hamid Rizal : China Sudah Lama Menyusup ke Natuna
> TNI AL Kerahkan Armada Tempur ke Laut Natuna

Respon Anda?

komentar