Nurul Qomariah, Juara Harapan I Olimpiade Sains Nasional

1296
Pesona Indonesia
Nurul Qomariah, juara harapan satu olimpiade sains nasional menunjukkan pialanya. foto:tri haryono/batampos
Nurul Qomariah, juara harapan satu olimpiade sains nasional menunjukkan pialanya. foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Binaan Tebing, kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Prestasi itu diukir melalui Nurul Qomariah, siswi kelas VIII yang meraih juara harapan I bidang IPS dalam Olimpiade Sains Nasional tingkat SMP bulan Mei lalu di Palembang.

Prestasi gadis berjilbab ini, mengikuti jejak Kepala Sekolah SMPN 2 Binaan Tebing Raja Hernayati yang mendapatkan penghargaan dari Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerin Pendidikan. Selain juara kelas, Nurul juga dipercaya menjadi Ketua OSIS SMPN 2 Binaan Tebing.
Dalam OSN IPS tingkat SMP di Palembang, Nurul Qomariah mewakili Provinsi Kepri. Mengambil tema membangun integritas melalui sains, Nurul berhasil menjadi juara harapan I dari 132 orang seluruh Indonesia. Berbagai rintangan dihadapi, mulai dari tes tertulis hingga praktek yang harus menuangkannya melalui hasil karya.

”Alhamdulillah, cukup ketat bersaing dengan teman-teman dari seluruh Indonesia. Atas keyakinan dan guru pembimbing, saya berhasil menjadi juara harapan,” cerita Nurul anak dari pasangan Fahorrozi dan Nurasih.

Dalam OSN tersebut, yang paling berat yaitu praktek di museum Bela Putra Dewa Palembang. Mengamati tentang sejarah dan prastasi yang ada di dalam museum tersebut. Dengan waktu terbatas, panitia langsung memberikan pertanyaan kepada para peserta yang harus dijawab di setiap pos dalam waktu 15 menit.

Namun demikian, dengan percaya diri dan optimis berbagai pertanyaan yang disampaikan oleh panitia berhasil dijawab. Hingga akhirnya, membuahkan hasil yang cukup lumayan untuk tingkat nasional antar Sekolah Menengah Pertama. Maklum, persaingan antar pelajar cukup sengit, mengingat rata-rata pelajar yang ikut banyak yang pintar-pintar dibidangnya.

”Paling penting optimis dan percaya diri. Bahwa anak pulau bisa bersaing dengan anak-anak yang ada di kota. Dan syukurlah mendapatkan beasiswa berkat kerja keras saya untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi lagi,” ungkap remaja yang hobi main voli ini.

Dengan pengalaman berharga inilah, ia semakin yakin masa depan sudah di depan mata. Tinggal, bagaimana terus menimba ilmu yang diberikan dari guru-guru sekolah. Untuk meraih cita-cita yang diinginkan yaitu menjadi guru profesional, seperti guru-guru sekarang yang mendidiknya.(tri/bpos)

Respon Anda?

komentar