Oalah! Kemenhub Hibahkan Bus Bagus Malah Dianggurin Daerah Ini

996
Pesona Indonesia
Puluhan unit Bus hibah dari Kementrian Pusat terlihat mangkrak di Terminal BPRS. Foto: RIRI R KURNIA/RIAUPOS.CO/jpg
Puluhan unit Bus hibah dari Kementrian Pusat terlihat mangkrak di Terminal BPRS. Foto: RIRI R KURNIA/RIAUPOS.CO/jpg

batampos.co.id – Sedikitnya 54 unit bus hibah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk Pemko Pekanbaru dibiarkan mangkrak di Terminal Bandar Payung Sekaki.

Padahal, bus itu diperuntukkan demi menunjang Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM) di wilayah Kota Pekanbaru.

Seperti diktuip dari Riaupos.co (Jawa Pos Group) di lapangan, dari 54 unit bus hibah yang mangkrak ini, 36 unit bus di antaranya merupakan hibah dari Kementerian Perhubungan yang baru datang beberapa waktu lalu.

Sedangkan 7 unit bus hibah Kementrian Perhubungan tahun 2008 yang baru saja diperbaiki dengan memakai brand Bank Riau Kepri, dan 11 unit bus hibah yang belum diperbaiki dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Kondisi seluruh body (tubuh) bus sudah berkarat serta cat-nya sudah mulai terkelupas karena tak terawat.

Salah seorang pedagang asongan yang berjualan di Terminal BPRS, menuturkan, dirinya sudah hampir satu minggu melihat bus-bus tersebut terparkir.

“Kalau bus yang di depan ini sudah lama terparkir. Kira-kira sudah ada hampir seminggu. Untuk bus yang di belakang sudah hampir satu tahun di terminal,” kata pria bernama Amir tersebut, Senin (20/6)

Ditambahkan Amir, dirinya sangat menyayangkan bus hibah dari Kementrian Pusat terparkir di terminal. Menurutnya, apabila seluruhnya dioperasikan, tentu akan meningkatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat selaku pengguna jasa Bus Trans Metro Pekanbaru.

“Semua bus bagus-bagus. Sayang, kan, kalau cuman diparkirkan di sini. Bila dioperasikan, pastinya akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Jika pelayanan bagus, pastinya masyarakat mau beralih dari kendaraan pribadi ke SAUM. Rasanya percuma saja kalau dapat bantuan tapi tidak dioperasikan,” pungkasnya.(jpg)

Respon Anda?

komentar