Miris, Untuk Obati Tumor Pria Ini Jualan Ekstasi

835
Pesona Indonesia
Terdakwa Anwar Thamin (kiri) dan istrinya Yulia (kanan) saat disidangkan di Pengadilan Negeri Batam, Senin (13/6). Keduanya terpaku mendengar keterangan saksi-saksi yang memberatkan perbuatannya. F.Febby Anggieta Pratiwi/Batam Pos
Terdakwa Anwar Thamin (kiri) dan istrinya Yulia (kanan) saat disidangkan di Pengadilan Negeri Batam, Senin (13/6). Keduanya terpaku mendengar keterangan saksi-saksi yang memberatkan perbuatannya. F.Febby Anggieta Pratiwi/Batam Pos

batampos.co.id – Terdakwa Anwar Thamin yang memiliki pembengkakan tumor pada bagian belakang kiri kepalanya, membuat ia bersama istrinya, terdakwa Yulia, mau melakukan pekerjaan sampingan yang membahayakan, yakni membawa ribuan ekstasi dari Malaysia.

Dalam sidang beragendakan pemeriksaan terdakwa, Senin (20/6) di Pengadilan Negeri Batam, terungkap bahwa terdakwa Anwar membutuhkan biaya besar untuk operasi tumor di kepalanya itu. “Saya ingin sembuh yang mulia, jadi saya bisa dapat duit banyak dari bantu bawa ekstasi ini,” ujar terdakwa Anwar.

Sang istri juga mengharapkan hal yang sama, sehingga bersedia membantu suaminya melakukan perbuatan yang membuat mereka harus menjalani hidup di penjara. Keduanya dijanjikan upah Rp 10 juta oleh Ahau (DPO), yang menawarkan pekerjaan tersebut.

“Saya sudah sering kali ditawarkan Ahau, tapi berusaha menolak. Cuma kemarin saya habis akal butuh uang, jadi tawaran Ahau saya terima,” jelas Anwar lagi.

Perbuatan yang dilakukan keduanya yakni membawa ekstasi dari Malaysia untuk dibeikan kepada konsumen di Medan, dengan perjalanan melalui Batam. Ekstasi disimpan dalam tapak sandal dengan jumlah berbeda masing-masingnya. Terdakwa Anwar bawa 1832 butir ekstasi atau seberat 537,24 gram. Sedangkan Yulia bawa 852 butir ekstasi atau seberat 229,18 gram.

Barang bukti tersebut terdeteksi melalui X-Ray di pelabuhan ferry internasional Batamcenter, (11/3) lalu. Kedua terdakwa langsung diamankan petugas bea dan cukai untuk diserahkan pihak polisi.

Usai mendengar penjelasan kedua terdakwa, Majelis Hakim yang dipimpin Hakim Tiwik didampingi Hakim Endi dan Egi, meminta kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rumondang yang menangani perkara untuk mempersiapkan nota tuntutan. “Pekan depan, Senin (27/6) beragendakan tuntutan. Untuk kedua terdakwa tetap ditahan dan kembali dibawa pada sidang pekan depan,” tutup Hakim Tiwik. (cr15)

Respon Anda?

komentar