Orang Tua Panik Dimintai Kartu Imunisasi Saat PPDB SD

837
Pesona Indonesia
Penerimaan Siswa Sekolah
Penerimaan Siswa Sekolah

batampos.co.id – Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2016/2017 untuk tingkat sekolah dasar (SD) di wilayah Batuaji pada hari pertama, Senin (20/6), kemarin langsung dibanjiri oleh ratusan orangtua calon murid.

Orangtua yang ingin mendaftarkan anaknya masuk SD mulai memadati lingkungan SDN sejak pukul 07.00 WIB meskipun formulir pendaftaran baru mulai dibuka pukul 08.00 WIB. Hal itu dilakukan mengingat jumlah anak yang hendak masuk SD sangat banyak sehingga para orangtua berebutan nomor antre muda agar anak mereka segera terdaftar. “Dari setengah tujuh saya sudah di sini, rupanya sudah banyak juga yang sudah duluan, tapi tak apalah asalkan sudah dapat nomor antre pendaftaran,” ujar Mardanis salah satu orangtua calon murid di SDN 001, Batuaji.

Para orangtua calon murid tampak berdesak-desakan untuk mendapatkan nomor antre pendaftara PPDB online tersebut. “Setelah ambil antre, kami di kasih formulir (pendaftaran), setelah itu isi data-data dan baru masukan berkas ke panitian (PPDB) dan selanjutnya ada wawancara anak sedikit untuk memastikan umur anak sudah tujuh tahun,” tutur Mardanis menjelaskan proses PPDB yang dilaluinya.

Mardanis sendiri mengaku tak ada kendala dengan proses PPDB itu sebab persyaratan untuk sang putri masuk SD semuanya lengkap. Namun berbeda dengan sejumlah orangtua lainnya yang kebingungan dengan syarat yang mewajibkan kartu imunisasi. Keluhan ini didapati dari orangtua calon murid SDN di SDN 003 Batuaji. Banyak orangtua yang mendadak panik lantaran kartu imunisasi anak karena hilang ataupun belum diurus. “Jadi bagaimana ini pak, bisa tidak anak saya daftar. Kartu imunisasi anak saya hilang. Kalau persayaratan lain lengkap pak,”kata Ningsih salah satu orangtua di SDN 003,Batuaji.

Menanggapi keluhan dari orangtua calon murid itu, panitia PPDB SDN 003, Batuaji menuturkan, kartu imunisasi bukan persyaratan mutlak untuk memasukan anak di SDN. “Kartu imunisasi itu nanti saat pendaftaran ulang bu. Kalau sudah pasti anak ibu diterima, ya diusahakan harus ada, meskipun nyusul kartu imunisasinya,” kata¬†Sarkawi, panitia PPDB SDN 003, Batuaji.

Jawaban pihak sekolah itu membuat Ningsih dan sejumlah orangtua lainnya legah dan mereka bisa lanjut mendaftarkan anak-anak mereka.

Sampai siang kemarin, proses PPDB terpantau berjalan lancar. Rata-rata setiap sekolah jumlah peserta yang mendaftar sudah melebihi kapasitas daya tampung SDN yang ada.

SDN 01 Batuaji sendiri hanya akan menerima 140 siswa untuk empat lokal yang tersedia, namun yang daftar sampai siang kemarin sudah mencapai 200 orang. Begitu juga di SDN 003 daya tampung untuk murid baru hanya 200 orang namun yang daftar sudah lebih dari 200 orang. Padahal PPDB ini masih dibuka hingga Rabu (22/6) besok. “Yang pasti memang akan membludak, tapi ya tetap sesuai aturan daya tampung dan akan diseleksi secara on line,” ujar kepala SDN 001 Batuaji, Yanuar.

Proses PPDB untuk tingkat SDN ini semuanya dilakukan secara on line dengan pembagian 80 persen untuk umum dan 20 persen untuk murid sekitar lingkungan sekolah, murid berprestasi dan kurang mampu. “Tetap melalui online, cuman 20 persen yang reguler lebih prioritas untuk murid di sekitar lingkungan sekolah,” kata Sarkawi.(eja)

Respon Anda?

komentar