Pelabuhan Batuampar Tak Siap, Pelni Pindah ke Singapura?

3631
Pesona Indonesia
KM Kelud yang kandas di Sekupang, Batam. Rabu (1/6). Foto: Eggi/ batampos.co.id
KM Kelud yang kandas di Sekupang, Batam. Rabu (1/6/2016). Foto: Eggi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Batam memang terbilang sukses mendatangkan investor asing, meski masih jauh dari kata maksimal. Namun untuk urusan pelabuhan, Batam terbilang belum berhasil.

Buktinya, pelabuhan Beton kini sulit disandari kapal besar seperti KM Kelud milik PT Pelni. Bahkan beberapa waktu lalu, kapal ini kandas sebelum merapat ke pelabuhan karena pendangkalan.

Baca Juga: Enam Jam Terkatung-Katung, Akhirnya KM Kelud Merapat di Pelabuhan Beton Sekupang

Menteri Perhubungan Ignatius Jonan pun berang. Ia meminta Pelni pindah ke Pelabuhan Batuampar mulai Selasa (21/6/2016) hari ini.

Pelni pun tak keberatan. Para pemudik bisa mengakses kapal Pelni turun dan naik di Pelabuhan kargo Batuampar.

Namun ternyata, pelabuhan Batuampar juga tidak siap melayani penumpang kapal Pelni.

Lalu kemana kapal Pelni harus berlabuh? Pilihan terdekat adalah Harbour Front Singapura. Mungkinkah? Ya, jika tidak malu berlabuhlah di sana! Biar sekalian publik dunia tahu kalau Batam belum mampu mengelola pelabuhan dengan baik.

“Hari ini kita (kapal Pelni, red) masih bersandar di Pelabuhan Beton, Sekupang,” kata Kepala Pelni Cabang Batam, Ending Wahyudin, Senin (20/6/2016).

Wahyudin menjelaskan, keputusan ini diambil setelah Pelni menggelar rapat bersama Kepala Kantor Pelabuhan, Badan Pengusahaan (BP) Batam, dan Dinas Perhubungan Kota Batam, kemarin.

Baca Juga: KM Kelud Kandas di Sekupang

Menurut dia, ada beberapa hal yang harus dibenahi sebelum pelabuhan Pelni dipindah ke Batuampar. Seperti kursi penumpang, pendingin ruangan atau kipas angin, dan yang paling penting X-ray juga harus dipasang.

“Kita tunda demi kenyamanan penumpang selama menunggu keberangkatan,” sebut pria yang baru empat bulan menjabat Kepala Pelni Cabang Batam ini.

Rencananya, hari ini (21/6/2016) KM Kelud yang akan membawa penumpang ke Tanjugpriok sudah mulai bersandar di Batuampar. “Tapi kita alihkan ke Beton lagi, karena sarana harus dilengkapi,” ujarnya.

Selain itu menurutnya, Pemerintah Kota melalui Dinas Perhubungan Kota Batam juga meminta Pelni menunda pemindahan. Karena kondisi Pelabuhan Batuampar belum siap.

“Yang akan berangkat ini kan masyarakat Batam, jadi pemerintah merasa bertanggung jawab termasuk keselamatan dan kenyamanan penumpang baik datang maupun pergi,” terangnya.

Hari ini, Pelni bersama dengan Pemko Batam akan menggelar rapat terkait perpindahan tempat sandar KM Kelud.

“Sesuai instruksi dari Menteri ya harus pindah, tapi waktunya nunggu rapat dengan Pemerintah Kota Batam dulu,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Perhubungan Ignatius Jonan meminta Pelni memindah pelabuhan dari Pelabuhan Beton, Sekupang, ke Pelabuhan Batuampar. Jonan menilai, Pelabuhan Beton saat ini kurang layak.

Sementara itu Manager Operational Pelni cabang Batam, Dahlan Mustafa mengungkapkan perpindahan menjelang arus mudik ini sangat membutuhkan kerja yang ekstra.

“Ditambah tiketnya sudah terjual, yang berangkat bukan puluhan tapi ribuan (orang), jadi kita harus benar-benar memaksimalkan pelayanan,” katanya.

Direktur Publikasi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono, menyampaikan hal senada. Menurut dia, wacana pemindahan pelabuhan Pelni dari Sekupang ke Batuampar perlu dikaji ulang.

“Di Pelabuhan Batuampar belum ada terminal yang layak untuk penumpang. Masih perlu dikaji lagi,” katanya, Selasa (20/6/2016).

Saat ini, Pelabuhan Beton Sekupang dikelola oleh PT Persero Batam dianggap tidak layak oleh Menhub untuk melayani masyarakat.

“Pelabuhan itu merupakan gudang yang dihibahkan Otorita Batam. Kantor Pelabuhan (Kanpel) BP Batam sejak tahun lalu meminta perbaikan, namun tak kunjung direnovasi oleh PT Persero Batam sehingga tak ada perubahan,” ujarnya.

Opsi yang ada saat ini adalah merenovasi pelabuhan yang ada seperti Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) dan Pelabuhan Beton.

“Kan tak mungkin pakai tenda. Dan kalau bikin terminal baru kan butuh waktu yang lama. Namun jika merenovasi yang ada mungkin bisa dibuat lebih baik,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dishub Batam Zulhendri mendukung wacana pemindahan pelabuhan Pelni ke Batuampar. Namun perlu persiapan yang matang demi keamanan dan kenyamanan penumpang.

“Prinsipnya Pemko Batam mendukung. Tapi hal ini harus dibicarakan sematang mungkin untuk persiapan di lapangan,” ujar Zulhendri yang dihubungi, kemarin.

Dikatakannya, kesiapan pemerintah bisa dengan melihat kondisi infrastruktur bangunan tempat bersandar kapal Pelni. Mulai dari lokasi dan luas ruang tunggu, keberangkatan hingga kedatangan. Apakah bisa menampung jumlah penumpang yang mencapai ribuan orang.

“Tak harus serta merta dipindahkan, infrastruktur terminal dan ruang untuk penumpang harus diperhatikan,” ujarnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga harus memperhatikan lokasi di luar pelabuhan. Apakah memadai untuk lahan parkir mobil dan motor. Yang rata-rata nantinya akan dipenuhi keluarga dari yang mengantar atau menjemput penumpang.

“Dilihat juga bagian luarnya, apakah mencukupi saat penumpang membludak. Sebab jalan itu (Batuampar) sempit,” terang Zulhendri.

Menurut dia, di hari biasa saja, jalur Batuampar kerap dipadati pengendara lalu lintas yang notabene pekerja di kawasan industri tersebut. Apalagi, jalur tersebut juga merupakan lalu lalang utama trailer dan truk milik perusahaan.

“Daerah itu merupakan arus padat. Apakah nanti tidak menganggu aktifitas lalu lintas disana. Jadi harus dibahas, tak serta merta langsung dilaksanakan,” beber Zulhendri.

Selain itu, Zulhendri berharap agar Pemko Batam dapat dilibatkan dalam pembahasaan rencana pemindahan dermaga sandar Pelni. Sebab hal itu berhubungan langsung dengan aspek masyarakat.

“Intinya harusnya dibahas dulu dan daerah harus dilibatkan. Sebelum dilaksanakan panitia atau tim rapat dulu tentang kesiapan,” kata Zulhendri. (leo/she/cr17)

Respon Anda?

komentar