Penerima Suap dari WN Singapura Tahanan Imigirasi Dituntut Berbeda

720
Pesona Indonesia
Manasar Siagian, calo paspor yang membantu WN Singapura kabur dari tahanan Imigrasi Batam, bekerjasama  dengan oknum pengawai imigrasi. Foto: eggi/batampos.co.id
Manasar Siagian, calo paspor yang membantu WN Singapura kabur dari tahanan Imigrasi Batam, bekerjasama dengan oknum pengawai imigrasi. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Dua terdakwa penerima suap dari tahanan Warga Negera Asing (WNA), Manasar Siagian alias Rock N Roll (49), calo pembuat paspor dan Muhammad Zulkifli Ritonga SH (50) staf Wasdakim Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam masing-masing dituntut 2 tahun enam bulan dan tiga tahun enam bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Triyanto dari Kejaksaan Negeri Batam di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin(20/6).

Dalam tuntutannya, JPU menyatakan terdakwa Muhammad Zulkifli Ritonga terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang terdapat didalam dakwaan Pasal 3 Jo pasal 12 huruf a undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

”Meminta kepada Majelis Hakim untuk menuntut terdakwa Muhammad Zulkifli Ritonga dengan hukuman selama tiga tahun dan enam bulan Penjara dan denda Rp 100 juta subsider 1 tahun,”Katanya

Sedangkan tuntutannya untuk terdakwa Manasar Siagian, yaitu terbukti bersalah menyuap pegawai negeri sipil dengan maksud untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibanya sebagaimana dalam dakwaan primer dinyatakan melanggar Pasal 5 ayat 2 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Meminta kepada Majelis Hakim untuk menuntut terdakwa Manasar Siagian alias Rock N Roll (49) dengan hukuman selama dua tahun dan enam bulan Penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan,” kata Triyanto.

Mendengar tuntutan itu, kedua terdakwa yang diampingi oleh Penasehat Hukumnya Sri Ernawati menyatakan menerima, tetapi akan menyampaikan pembelaan secara tertulis.

Atas tuntutan itu, Ketua Majelis Hakim Iriaty Khoirul Ummah bersama Jhoni Gultom dan Corpioner menunda persidangan satu pekan mendatang dengan agenda mendengarkan pembelaan dari tuntutan.

Didalam dakwaan sebelumnya diketahui, terdakwa Muhammad Zulkifli Ritonga telah menerima hadiah padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan melakukan atau melakukan sesuatu yang bertentangan didalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajiban di restoran Romance Komp. Dian Center Blok B Nomor 7-11 Kelurahan Selicin kecamatan Lubuk Baja, Batam, sekitar Pukul 17:00 WIB, Minggu(24/1).

”Bahwa kantor imigrasi kelas I melakukan penahanan pendentensi berdasarkan surat perintah pendetesian Nomor: W32.IMI.IMI. 1. GR. 0201-4125 tanggal 21 November 2015 atas nama Dhamar Bahadur Chetri alias AAN Warga Singapura yang melanggar undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 Keimigrasian,” ujar JPU.

Jaksa Penuntut Umum juga mengungkapkan bahwa terdakwa Manasar Siagian alias Rock N Roll menelepon terdakwa Muhammad Zulkifli dan setelah bertemu terdakwa langsung berbicara “Tahanan Singapura minta tolong dan dikeluarkan uang singapura 5000 dollar singapura, sekitar 16.00WIB, Senin(6/1).

”Padahal terdakwa mengetahui kalau perbuatan tersebut bertentangan dengan tugas pokoknya sebagai PNS Jabatan Fungsional di imigrasi,” katanya.

Selanjutnya terdakwa Muhammad Zukifli ditelepon oleh terdakwa Mansar Siagian mengatakan “bapak dimana ini mau menyerahkan uang dan bednya, sehingga terdakwa Muhammad Zuklifli menjawab di DC Mall. Kemudian kedua terdakwa bertemua disana.

Setelah bertemu terdakwa Mansar Siagian menyerahkan uang 5000 dolar Singapura kepada terdakwa Muhammad Zulkifli sebagaimana untuk uang pembebasan terdakwa.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar