Perdagangan Bayi Khusus Dijual Ke Luar Negeri : Ada Pemesan, Baru Cari Bayi

888
Pesona Indonesia
 Seorang perawat sedang mengurus Achiang di ruang bayi RSB Kasih Sayang Ibu, Kamis (16/6). F. eggy /Batam Pos
Seorang perawat sedang mengurus Achiang di ruang bayi RSB Kasih Sayang Ibu, Kamis (16/6). F. eggy /Batam Pos

batampos.co.id – Dari penyelidikan kasus perdagangan bayi yang dilakukan pihak kepolisian, terungkap beberapa fakta yang menarik. Para pelaku bergerak setelah ada pemesan. Selain itu, bayi-bayi tersebut hanya khusus di jual ke luar negeri.

Mengenai pola yang dilakukan tiga orang pelaku perdagangan bayi tersebut. Direktur Ditreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Eko Puji Nugroho, mengatakan pihaknya masih menelusuri fakta-fakta yang ada.

“Masih dicari (mengenai apakah ada keterlibatan ketiga tersangka dengan perdagangan bayi internasional,red),” katanya saat ditemui Batam Pos,kemarin.

Ia mengatakan saat ini belum bisa memberikan kesimpulan. Sebab penyelidikan masih tetap berjalan. Namun menurut Eko, dari pengakuan ketiga orang tersangka ini. Ketiganya sudah beberapa kali melakukan perdagangan bayi. “Kita coba cocokan nanti dengan fakta dilapangan,” ungakpnya.

Mengenai motif dari Ya,Ba dan Ea, disebutkan oleh Eko murni untuk memenuhi kebutuhan hidup. “Ekonomi motifnya,” ucapnya singkat.

Dari informasi yang didapat Batam Pos, ketiga pelaku memiliki koneksi dengan beberapa orang di luar negeri. Di negara seperti Singapura, untuk adopsi anak agak sulit. Sehingga beberapa orang memilih mengadopsi anak-anak dari luar.

Ketiga orang berupaya menjembatani keinginan atau kebutuhan Warga Negara Asing (WNA) yang ingin memiliki anak.

Ketiganya juga memiliki akses atau informasi, orang-orang (warga negera indonesia) yang mau memberikan atau menjual anaknya. Dan biasanya ketiganya selalu memanfaatkan keluarga-keluarga yang tak mampu.

Kasubdit IV PPA Ditreskrimum Polda Kepri Kompol Ponco Indrio, mengungkapkan pihaknya belum mengetahui tentang nasib bayi yang pernah dijual para tersangka.

“Belum tau, apakah bayi benar-benar diadopsi atau bagaimananya. Belum tau, masih kami selidiki,” ungkapnya.

Ponco mengungkapkan pihaknya, juga sedang menelusuri apakah ada tersangka lain atau otak dibalik kasus ini. “Sedang kami proses, cuman bertiga saja atau orang lain,” pungkasnya. (ska)

Respon Anda?

komentar