Perusahaan Wajib Bayar THR Sepekan Sebelum Lebaran

695
Pesona Indonesia
(ilustrasi)
(ilustrasi)

batampos.co.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bintan mengingatkan kepada seluruh perusahaan yang ada di Kabupaten Bintan untuk wajib membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerja, buruh dan karyawannya, sepekan sebelum hari raya Idul Fitri atau lebaran.

Hal ini dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang pembayaran THR Keagamaan bagi pekerja, buruh dan karyawan di perusahaan paling lambat H-7 lebaran. Bahkan aturan tersebut, dikuatkan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan secara resmi menggantikan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER.04/MEN/1994 tentang THR Keagamaan bagi pekerja di perusahaan.

“Dalam aturan itu, khususnya di Pasal 2 Ayat (1) Permenaker Nomor 6 Tahun 2016 meskipun pekerja, buruh, dan karyawan baru bekerja sebulan tetap berhak mendapatkan THR. Namun besarannya dihitung secara proporsional sesuai masa kerja,” ujar Kepala Disnaker Bintan, Hasfarizal Handra, saat ditemui di Kantor Bupati Bintan, Senin (20/6).

Berdasarkan Permenaker Nomor 6 Tahun 2016 ini juga, lanjutnya, selain pekerja, buruh dan karyawan dengan masa kerja minimal satu bulan tetap berhak mendapat THR. Bahkan bagi yang memiliki hubungan kerja, termasuk yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) maupun perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) dapat merasakannya uang keagamaan itu juga. Karena menurutnya peran atau fungsi serta risiko yang dimiliki oleh pekerja, buruh dan karyawan dengan masa kerja satu bulan ataupun lebih sama saja. Sebab sama-sama memberikan kontribusi kepada perusahaan serta keberadaannya juga sangat diperlukan oleh perusahaan.

THR keagamaan merupakan pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh perusahaan kepada pekerja, buruh atau karyawannya sekali dalam setahun menjelang hari raya keagamaan. Kemudian juga dapat dibayarkan sesuai dengan kesepakatan pengusaha dan pekerja yang dituangkan dalam peraturan perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

“Intinya kalau sudah ada hubungan kerja antara perusahaan dan karyawan. Wajib perusahaan tersebut berikan THR sesuai hari raya keagamaan masing-masing,” jelasnya.

Jika pembayaran THR tidak sesuai dengan aturan pembayaran THR keagamaan yang termaktub dalam perjanjian kerja, Peraturan Perusahaan (PP), atau PKB. Diminta kepada pekerja, buruh dan karyawan melaporkan hal itu ke Pos Komando (Posko) Pengaduan THR, di Kantor Disnaker Kabupaten Bintan, Jalan Bridgen Katamso, Batu 3, Kelurahan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang.

“Disnaker sudah buka Posko Pengaduan THR. Jika perusahaan tak bayar THR sesuai dengan kesepakatan atau profesionalitas maka kita berikan sanksi berupa denda serta sanksi admisnistratif. Sanksi itu kita berikan terhadap pengusaha dan perusahaan yang melakukan pelanggaran,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar