Tanah Sengketa Dijual, Pemilik Lainnya Lapor ke PN

838
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Warga di Jalan Hang Tuah kampung Air Lakon, Ranai, mendadak ramai dan gaduh di ruas jalan saat Ketua PN Ranai, Agus Aryanto turun di lapangan bersama hakim, untuk mengetahui kejelasan lahan yang disengketakan antara R Nasution alias Bemi dengan Mujjahiddin akhir Mei lalu. Lahan sengketa tanah seluas sekitar dua hektare di jalan Hang Tuah tersebut, saat ini kepemilikannya sudah atas nama R Nasution alias Bemi. Tanah itu jadi miliknya sejak tahun 2000.

Permasalahan muncul karena tahun 2015 lalu, tanah tersebut diklaim oleh Mujjahiddin sebagai miliknya. Mujjahiddin mengklaim tanah itu miliknya karena memiliki surat tanah atas nama orangtuanya, Roesli Bono. Bahkan sebagian lahan itu sudah diperjualbelikan dan sudah memiliki sertifikat.

Atas dasar itulah Bemi melaporkan permasalahan ke PN Ranai. Menanggapi sengketa tanah tersebut, Agus Aryanto mengatakan, harus dilakukan peninjauan di lapangan untuk memahami keterangan dari saksi dan pelapor di PN nantinya. Saat ini sidang sengketa lahan masih meminta keterangan saksi pelapor.

Perkara sengketa lahan ini, kata Agus, sudah sejak akhir 2015 lalu. Dirinya akan mengupayakan sengketa tanah ini selesai dalam waktu enam bulan ke depan. Masih kata Agus, pihak PN sudah mengupayakan agar kedua belah pihak, antara pelapor (Bemi) dan terlapor Mujjahiddin mengedepankan mediasi, diselesaikan secara kekeluargaan.

”Tapi mediasi tidak berhasil, kedua pihak tetap pertahankan klaim hak tanah masing masing,” ujar Agus. Sementara Lurah Ranai, Idris, yang hadir di lapangan belum memberikan keterangan terkait sengketa lahan tersebut. Hanya menunggu keputusan pengadilan.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar