Usaha Bangkrut, Pasutri Ini Tipu Distributor Oli dengan Cek Kosong

1219
Pesona Indonesia
Penipuan
Penipuan

batampos.co.id – Pasangan suami istri (pasutri) Ervina dan Roni Harefa terpaksa berurusan dengan hukum. Keduanya diketahui telah menipu sejumlah perusahaan distributor oli di Batam.

Untuk memuluskan aksinya, pasutri ini membeli ribuan oli menggunakan cek kosong dan mengaku pemilik PT Indo Pasifik Internasional yang berada di Batamcenter.

“Cek itu kosong untuk mengelabui perusahaannya. Setelah saya dapatkan olinya, saya jual lagi,” ujar Roni di Mapolsek Batamkota.

Dia menjelaskan ide menggunakan cek kosong tersebut timbul setelah perusahaan miliknya bangkrut. Lantas ia memanfaatkan beberapa kenalan distributor oli.

“Kenalan saya banyak orang oli dan meterial. Jadi saya yakinkan mereka,” tutur pria 43 tahun ini.

Menurut Dia, penipuan itu sudah berjalan selama tiga bulan belakangan. Tercatat 6 perusahaan telah ditipu dengan kerugian mencapai Rp 700 juta.

“Ada enam perusahaan yang saya datangi. Hasil penjualan oli untuk menyewa tempat perusahaan dan berpindah-pindah,” paparnya.

Sementara dari pengakuan Ervina, ia hanya membantu sang suami untuk mencari target yang akan ditipu. Dia mengaku terpaksa melakukan penipuan demi kelangsungan hidup.

“Saya hanya diajak suami. Saya yakini juga orang perusahaan itu kalau bayarnya menggunakan cek,” terang wanita 39 tahun ini.

Kapolsek Batamkota, Kompol Arwin mengatakan penipuan tersebut terungkap dari laporan Su Sie, staf PT Indoclean. Perusahaan itu mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 122 juta.

“Jadi cek yang diberikan pelaku sudah kadaluwarsa. Dan setelah dicek tidak terdaftar di bank,” ujar Arwin.

Arwin menegaskan pihaknya masih menyelidiki penadah oli yang sudah dijual pelaku. Dia juga meminta para korban untuk segera melapor kepada polisi untuk menambah informasi penyelidikan.

“Beberapa laporan sudah diterima termasuk di Polresta. Kepada para korban saya harap segera membuat laporan,” tuturnya.

Arwin menegaskan para pelaku dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman tujuh tahun penjara. (opi)

Respon Anda?

komentar