Ada Kata ‘Jorok’ di Monumen Kebanggaan Warga Tanjungpinang

660
Pesona Indonesia
LSM Sahabat Sehati membersihkan coret-coret di Monumen RHF, Minggu (19/6) lalu. foto: ist
LSM Sahabat Sehati membersihkan coret-coret di Monumen RHF, Minggu (19/6) lalu. foto: ist

batampos.co.id – Aksi vandalisme berupa coret-coret di tapak dasar Monumen RHF mendapat reaksi cepat dari LSM Sahabat Sehati Tanjungpinang. Lembaga swadaya yang aktif di bidang sosial ini memilih lekas berbuat ketimbang sekadar mengumpat.

“Setelah mendapat kabar ada tulisan (maaf) ‘lonte’ di tugu itu, kami berbagi tugas untuk menghapus yang itu dulu, Minggu (19/2) kemarin,” ujar anggota LSM Sahabat Sehati, Al Naziran Syahputra.

Hanya satu itu yang mereka bisa. Pasalnya, sambung Al, ada banyak sekali coret-coretan tangan tak bertanggung jawab yang tak terhitung lagi jumlahnya dengan varian ukuran yang bermacam-macam. Sedangkan untuk kata (maaf) ‘lonte’ yang berada di muka pintu masuk itu adalah prioritas dari Sahabat Sehati.

“Bukannya tak malu, ada tulisan macam itu. Di monumen RHF pula, monumen kebanggaan kita semua,” kata Al lagi.

Menurut Al, keberlangsungan aksesibilitas fasilitas publik semacam ini bukan hanya jadi tanggung jawab pemerintah saja. Kesadaran kepemilikan ini jadi penting. Sehingga bisa dirawat bersama karena sama-sama saling menyadari manfaatnya.

“Kalau masyarakat sudah kedapatan tugas menjaga dan merawat, pemerintah melengkapi fasilitasnya. Di area Monumen RHF itu mestinya diberi penerangan yang lebih. Sehingga aktivitas malam hari di sana pun bisa terpantau. Tak mungkin pula yang pasang lampu itu juga harus masyarakatnya,” kata Al.

Terakhir, praktik vandalisme yang tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun. “Kalau dibiarkan, nanti bisa-bisa gedung daerah, museum, dan tempat bersejarah lainnya pun terkena hal yang sama. Itu yang kami tidak mau,” pungkas Al. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar