Kala Penggemar Motor Klasik Jelajahi Bunda Tanah Melayu

1251
Pesona Indonesia
Penggemar motor klasik menjelajahi Bunda Tanah Melayu, Daik, Selasa (21/6). foto: hasbi/batampos
Penggemar motor klasik menjelajahi Bunda Tanah Melayu, Daik, Selasa (21/6). foto: hasbi/batampos

batampos.co.id – Sebanyak 40 pengendara motor klasik menjelajahi Daik, ibukota kabupaten Lingga, Selasa (21/6) pagi. Sambil menikmati keindahan alam dan objek-objek bersejarah di Bunda Tanah Melayu, kegiatan yang digelar komunitas motor Ikatan Motor Singkep (IMS) dan Daik Motor Classic (DMC), juga menyempatkan berbagi dengan anak-anak di Pondok Pesantren Yayasan Nurul Qur’an Hidayatullah, Sawah Indah.

Angga, salah seorang anggota DMC mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kelanjutan Family Touring beberapa waktu lalu yang telah menjelajahi sebagian wilayah Kepri. Kali ini, dua komunitas besar di Kabupaten Lingga yang terpisah pulau tersebut kembali menggelar kegiatan serupa menikmati alam Daik.

“Allhamdulillah, partisipasi kawan-kawan dari Dabo yang datang, maupun kita disini (Daik) cukup bersemangat meski bulan puasa. Kemudahan akses penyeberangan sudah cukup baik, dari Dabo ke sini. Kita berkeliling kota, dan mempererat lagi hubungan silaturahmi” jelas Angga.

Adanya Roro yang telah mempersingkat jarak tempuh pulau Lingga dan Singkep dikatakan Angga juga menjadi salah satu alasan kegiatan tersebut berlangsung. Sejak diresmikan akhir bulan Mei lalu, akses laut ini dikatakannya akan memberikan banyak manfaat kepada warga termasuk para pecinta motor dengan hobi touring ini.

“Kali ini kita yang mengundang kawan-kawan Dabo ke Daik. Dari Penarik kita menjelajah ke objek wisata Air Terjun Resun, objek wisata sejarah Damnah, Museum Lingga Cahaya dan tak lupa salat zuhur berjamaah di Masjid Jami’ Sultan Lingga. Kemudian baru berbagi dengan anak-anak di Pondok Pesantren,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Pahrizal, anggota DMC, mengatakan kegiatan touring seperti ini akan menjadi agenda rutin kedepan. Sebab, masih banyak lokasi-lokasi menarik yang perlu dijelajahi di Bunda Tanah Melayu. “Kedepan akan ada lagi kegiatan seperti ini,” tutupnya. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar