Kejar ‘Tayang’, Gedung Gonggong Dikerjakan Siang dan Malam

1256
Pesona Indonesia
Maket pembangunan di Taman Tepi Laut Tanjungpinang, termasuk Gedung Gonggong.
Maket pembangunan di Taman Tepi Laut Tanjungpinang, termasuk Gedung Gonggong.

batampos.co.id – Pembangunan gedung gonggong di Tepilaut yang menghabiskan anggaran Rp 14,3 M dikerjakan siang malam. Ini dilakukan untuk mengejar target penyelesaian bangunan, yaitu September 2016 mendatang.

Rencananya, gedung gonggong yang akan difungsikan menjadi pusat informasi tersebut akan diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, yang disejalankan dengan pelaksanaan Festival Bahari sempena pelaksanaan Sail Selat Karimata, Oktober 2016 mendatang.

“Kontraktornya, yaitu PT Findomuda Desain Cipta meminta izin untuk mengerjakan pembangunan dikerjakan siang dan malam. Tentu kami setuju karena akan lebih cepat selesai,” ujar Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Tanjungpinang Almazuar Amal, Selasa (21/6).

Dikatakan Almazuar, pembangunan telah digesa sejak sebulan lalu. Pekerjaan dilaksanakan selama 24 jam.

Untuk mencapai target, pihak kontraktor dikatakannya telah menambah jumlah pekerja yang berasal dari luar Kepri.

Pihak kontraktor sengaja mengerjakan siang dan malam ini mengejar waktu yang telah disepakati sesuai kontrak kerja selama 225 hari, yang dimulai pada 26 Februari lalau. Bila dihitung dengan kontrak kerja maka pekerjaan ini harus selesai pada bulan September mendatang. “Dan ada masa pemeliharaan selama 180 hari,” ujarnya.

Sementara Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyambut baik pengerjaan pembangunan gedung gonggong dilaksanakan siang dan malam. Sehingga pembangunan ini akan cepat selesai dan bisa langsung difungsikan.

Dikatakannya, pembangunan gedung gonggong ini merupakan tahap akhir dari pengerjaan Taman Laman Bunda Tepilaut. Sehingga taman ini selain untuk tempat berrekreasi masyarakat juga dilengkapi dengan pusat informasi pariwisata yang ada di Kota Tanjungpinang dan ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan.

Gedung gonggong ini, kata dia, selain akan difungsikan untuk informasi pariwisata, juga akan digunakan untuk pusat oleh-oleh khas Kota Tanjungpinang yang akan dikelola oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tanjungpinang.

“Nantinya berbagai oleh-oleh dan hasil kerajianan masyarakat yang ditampung Dekranasda akan dipajang dan dipromosikan juga dijual di dalam gedung gonggong tersebut,” ujarnya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar