Ngakunya Kerja Kelompok, Tak Taunya Ikut Balapan Liar

547
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Maraknya balapan liar yang dilakukan anak di bawah umur rata-rata akibat kurangnya pengawasan orangtua. Hal itu terbukti dari pengakuan sang orangtua yang mendatangi Polresta Barelang.

Kasat Shabara Polresta Barelang, Kompol Faisal Syahroni mengatakan dari pengakuan orangtua anak yang terjaring razia, mereka mengaku tak mengetahui kegiatan anak di luar rumah.

“Saat mereka (orangtua) datang, mereka marah-marah. Kata mereka anaknya tidak mungkin melakukan itu (balapan liar),” tutur Faisal, kemarin.

Dia menjelaskan anak-anak tersebut mengaku kepada orangtua untuk belajar kelompok. “Pengakuan anak belajar kelompok. Tapi kenyataannya mereka di jalan,” tuturnya.

Faisal menegaskan kepada para orangtua untuk lebih memperketat pengawasan terhadap anak. Termasuk memantau kegiatan anak di luar rumah.

“Kalau sudah ditangkap (anak), jangan kita disalahkan. Seharusnya orangtua menjaga dan membina anaknya,” tegasnya.

Menurut Dia, penindakan terhadap balapan liar di jalanan Batam khususnya di bulan Ramadan akan terus dilakukan. Pihaknya mengerahkan Tim Anti Bandit Sabhara untuk berpatroli dan menindak pelaku kejahatan jalanan.

“Jika anggota menemukan pelaku kejahatan yang membahayakan sudah diinstruksikan untuk ditembak,” paparnya.

Sebelumnya, Sat Sabhara Polresta Barelang mengamankan puluhan anak di kawasan Batuampar. Puluhan anak ini diduga terlibat balapan liar. Mereka digiring ke Polresta Baralang beserta sepeda motor. (opi)

Respon Anda?

komentar