Ngeri, Vaksin Bayi Palsu Masuk Apotek, Mabes Polri Ungkap Sindikatnya

1408
Pesona Indonesia
Ilustrasi vaksin bayi. Foto: istimewa
Ilustrasi vaksin bayi. Foto: istimewa

batampos.co.id -Para orangtua yang memilki balita sebaiknya waspada. Tidak semua vaksin yang beredar saat ini asli. Diduga banyak vaksin palsu beredar di masyarakat.

Buktinya, jajaran Subdit Industri dan Perdagangan (Indag), Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri berhasil mengungkap pembuatan vaksin bayi palsu di Pondok Aren, Tangerang Selatan pada Selasa  (21/6/2016) malam.

Di lokasi penggerebekan di Pondok Aren, Tangerang Selatan, penyidik menyita ratusan jenis ‎vaksin palsu seperti vaksin campak, BCG, pentabio, tetanus hingga hepatitis B.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Agung Setya menjelaskan, pengungkapan ini diawali dari adanya penggerebekan di sebuah apotek ternama, berinisial ARIS di Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa (21/6/2016) siang.

“Dari penggerebekan di apotek itu, kami amankan pemilik apotek inisial MF dan seorang kurir berinisial TH alias ER,” ucap Agung, Rabu (22/6/2016).

Kemudian tim melakukan pengembangan ‎ke lokasi pembuatan vaksin di kawasan Puri Bintaro Hijau Pondok Aren, Tangerang.

Di lokasi ini, petugas mengamankan seorang pria berinisial AP selaku produsen pembuat vaksin bayi palsu.

Selain AP, sang istri yang ‎berinisial L juga diamankan termasuk seorang pria lainnya berinisial S yang berperan sebagai kurir yang mengantar vaksin ke sejumlah apotek.

Berdasarkan pengakuan AP, proses pembuatan vaksin bayi palsu dimulai dari pengumpulan botol bekas vaksin yang diisi oleh larutan yang dibuat sendiri oleh AP.

“Lalu label vaksin dibuat di sebuah percetakan di Kalideres, Jakarta Barat. Pemilik percetakan saat ini masih kami cari,” tutur Agung.

Anak buah Irjen Ari Dono ini menambahkan, beberapa barang bukti yang terkait kasus ini telah disita Bareskrim.  Diantaranya  ‎307 vaksin campak kering, 11 vaksin BCG, tiga kemasan vaksin hepatitis B, 38 vaksin tetanus  dan lainnya.

Petugas juga turut menyita sejumlah alat penyulingan vaksin palsu seperti larutan kimia, botol infus, dan peralatan medis pendukung pembuatan vaksin bayi palsu. (elf/JPG)

Respon Anda?

komentar