Pangarmabar: Kapal Penjaga Pantai Cina Provokatif, Tapi Kami Tak Takut

1644
Pesona Indonesia
Laksamana Muda TNI Achmad Taufiqoerrochman. Foto: theindonesiatimes.com
Laksamana Muda TNI Achmad Taufiqoerrochman. Foto: theindonesiatimes.com

batampos.co.id  РPanglima Komando Armada Indonesia Kawasan Barat TNI AL, Laksamana Muda TNI Achmad Taufiqoerrochman, mengungkap ihwal pengejaran dan penangkapan kapal ikan Cina itu kepada pers, di Jakarta, Selasa (21/6/2016).

Baca Juga: Cina Ingin Caplok Natuna

Dia menegaskan, taktik seperti itu mereka lakukan untuk menyiasati pengamanan laut oleh TNI AL. “Ini strategi mereka, jadi kalau ditangkap satu, kapal lainnya bisa kabur,” kata Taufiqoerrohman.

Baca Juga: Pemerintah Lembek, Cina Sengaja Masuki Natuna

Temuan dan tangkapan atas kapal ikan ilegal Cina itu berawal dari patroli Komando Armada Kawasan Barat Indonesia TNI AL menemukan 12 kontak mencurigakan di sekitar Laut Natuna.

Baca Juga: Cina Klaim Nelayannya Tertembak, Jokowi: Pertahankan Kedaulatan RI di Natuna

Sesuai prosedur identifikasi standar, kapal-kapal patroli TNI AL itu membuka kontak radio dan berusaha menghentikan kapal-kapal ikan ilegal Cina itu. Mereka sempat berusaha kabur dan diberi tembakan peringatan ke udara, ke haluan, dan akhirnya bisa dihentikan.

Baca Juga: Menteri Susi Puji Tindakan Tegas TNI AL di Natuna,…Jalesveva Jayamahe

Satu kapal yang ditangkap, Han Tan Cou 19038, sedang menebar jaring pukat harimau sehingga tidak sempat melarikan diri dan akhirnya bisa ditangkap KRI Imam Bonjol.

Baca Juga: Cina Langgar Kedaulatan RI di Natuna, Luhut: Kita Tegas tapi Tetap Berteman

“Di zona ekonomi eksklusif, siapapun boleh melintas damai. Tapi saat sudah mengeksploitasi secara ekonomi tanpa izin, baru kami tindak,” katanya.

Baca Juga: Waspada! Cina Tahu Cadangan Migas Natuna Terbesar di Dunia

Ketika akan digiring KRI Imam Bonjol, lalu datanglah kapal Penjaga Pantai Cina yang mengawal Han Tan Cou 19038. Kapal Penjaga Pantai China meminta agar kapal ikan berbendera Cina itu dilepaskan dengan alasan kapal ikan itu masih melakukan penangkapan ikan di wilayah penangkapan ikan tradisional Cina.

Baca Juga: JK Dukung TNI AL Bertindak Tegas, Jangan Biarkan Cina Caplok Natuna

“Mereka cukup provokatif datang dengan kecepatan tinggi dan tiba-tiba berhenti di depan kita. Tapi pasukan tetap tenang, meski dia ikuti kami sampai keluar, kami tidak mau menyerahkan ABK sampai kami bawa ke Pulau Natuna,” kata Taufiqoerrahman. (jpgrup)

Baca Juga:
> China Terus Menggoda, 11 Kapal Curi Ikan di Wilayah Natuna, 1 Tertangkap
> Hamid Rizal : China Sudah Lama Menyusup ke Natuna
> TNI AL Kerahkan Armada Tempur ke Laut Natuna

Respon Anda?

komentar